Kepri Paparkan Program Inovatif di Temu Nasional PUSPA

772
Pesona Indonesia
Sudirman, Wakil Ketua tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Kepri memaparkan program unggulan TP2TP. foto:faradilla/batampos
Sudirman, Wakil Ketua tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Kepri memaparkan program unggulan TP2TP. foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Delegasi Provinsi Kepulauan Riau yang menghadiri Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) 2016 di Yogyakarta terpilih untuk memaparkan sejumlah program inovatif yang sudah dilangsungkan selama ini. Secara khusus, tidak semua peserta mendapat kesempatan ini. Lantaran program inovatif yang jadi terobosan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan layak bagi anak dan perempuan Indonesia, belum gencar dilakukan seluruh daerah.

“Dan Kepri justru mendapat kesempatan untuk memaparkannya. Ini artinya program kami selama ini juga terpantau dan diapresiasi,” kata Sudirman, Wakil Ketua tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Kepri, Selasa (31/5).

Di antara sekian program inovatif yang sudah diberlangsungkan di Kepri itu adalah peningkatan partisipasi anak. Dari donor anak hingga satu anak satu pendonor. Program ini, terang Sudirman, menjamin ketersediaan darah jikalau anak yang bersangkutan tiba-tiba membutuhkan kantung darah. “Anak-anak Kepri secara langsung yang kami libatkan untuk mencari pendonor darahnya sendiri,” beber Sudirman.

Kemudian program pendidikan bagi anak-anak di kawasan pulau-pulau kecil juga mendapat pujian. Kondisi geografis Provinsi Kepri yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil bukan penghalang untuk menjamin keberlangsungan proses pendidikan. Sudirman menegaskan, pendidikan adalah hak wajib anak yang mesti dipenuhi pula oleh pemerintah daerah.

Menyangkut perlindungan anak, Sudirman memaparkan, ada program yang diiniasi berupa perlindungan berbasis keluarga. Sehingga anak-anak bisa terhindarkan dari ancaman tindak kekerasan. “Karena sebagaimana kita tahu, basis keluarga ini kan sangat solid,” ungkapnya.

Sementara itu, Pudji Astuti dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Daerah Kepri menambahkan, kegiatan PUSPA 2016 yang diikuti delegasi dari Kepri ini diharapkan mampu memberikan banyak wawasan dan pengetahuan tentang pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak.

Lantaran selama kegiatan berlangsung, banyak terjadi diskusi antarpeserta dari pelbagai daerah di Indonesia. “Ada juga program Program Three Ends yang memiliki tujuan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia dan adanya kesenjangan ekonomi bagi perempuan,” jelasnya.

Sepantauan Pudji, selama ini di Kepri sebenarnya sudah sangat baik. Namun hanya kurang pada pembekalan sekaligus pembelajarannya saja. Dari tingkat kelurahan atau desa hingga tingkat kecamatan sudah mengupayakan yang paling baik dalam menjamin kehidupan yang baik dan layak bagi perempuan dan anak-anak.

“Di sini kan seluruh lembaga yang berkenaan dengan perempuan dan anak hadir. Sehingga diharapkan bisa jadi sarana bertukar ide dan berdiskusi banyak program yang bisa diterapkan,” ujarnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar