Pencuri Ikan Asal China Sepelekan Pertahanan Indonesia

1545
Pesona Indonesia
Kapal Coast Guard China yang selalu menjaga nelayan mereka saat beraktivitas, termasuk saat masuk ke ZEE Natuna. Foto: Twitter.com/Ditjen PSDKP-KKP RI
Kapal Coast Guard China yang selalu menjaga nelayan mereka saat beraktivitas, termasuk saat masuk ke ZEE Natuna. Foto: Twitter.com/Ditjen PSDKP-KKP RI

batampos.co.id – Kepala Kantor Kementerian Pertahanan Provinsi Kepri Brigjen TNI (Mar) R Gatot Suprapto, menceritakan tentang perseteruan pencuri ikan asal China dengan pasukan pengamanan laut perbatasan Indonesia.

Ia menceritakan, pada bulan April lalu salah satu kapal dari kementerian menangkap pencuri ikan asal China. Namun akhirnya dilepaskan karena setelah kapal itu ditangkap, datang pasukan angkatan laut dari China menghampiri.

“Pada bulan April lalu kapal pencuri ikan asal Cina sudah ditangkap KKP tapi akhirnya dilepaskan karena pasukan angkatan laut China datang menghampiri, jadi karena takut, kapal dilepaskan. Artinya mereka itu menyepelekan,” ungkapnya kepada media Selasa (31/5) sore.

Kemudian pada beberapa hari yang lalu ada lagi kapal nelayan dari China datang lagi. Namun berhasil ditangkap setelah berusaha kabur.

“Awalnya berusaha lari, meski kita keluarkan tembakan ke arah sisi kiri dan kanan secara berulang-ulang, kapal itu tetap lari. Kapal berhenti setelah kita tembak dibagian anjungan,” ungkapnya.

Pada penangkapan kedua ini kapal tetap diamankan meski sempat kedatangan angkatan laut asal China. “Kejadian yang kedua kita berhasil amankan karena setelah kapal dari angkatan Laut China datang, KRI juga datang ke lokasi, kita berhasil tarik ke pangkalan, kita harus tegas,” ungkapnya.

Menurutnya batas negara sudah jelas, jadi tidak perlu ada yang diragukan. Meski ada komplain dari negara tetangga Malaysia dan Vietnam, tapi itu tidak peduli. “Malaysia ada komplain itu merupakan daerah abu-abu, kita tidak peduli,” ungkapnya.

Dari hasil koordinasi dengan pihak Lanal Natuna, bahwasanya aktifitas illegal fishing sudah menurun dari yang sebelumnya. “Kemarin saya dari Natuna bahwasanya Lanal Natuna sudah tenggelamkan 46 kapal asing, jadi nelayan asing sudah jauh berkurang,” ungkapnya.

Namun dengan berkurangnya nelayan asing, seharusnya pemda dapat memanfaatkan kondisi itu. Namun yang dia lihat saat ini pemda belum siap untuk mengadakan penggantinya kapal kapal asing yang beroperasi di perairan Anambas-Natuna. “Kalau sudah tidak ada nelayan asing, seharusnya penggantinya ada (nelayan lokal),” ungkapnya lagi. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar