Polisi Sita 137 Harimau Piaraan Biksu

1736
Pesona Indonesia
Seekor harimau saat direlokasi ke penangkaran milik pemerintah Thailand. Foto: reuters
Seekor harimau saat direlokasi ke penangkaran milik pemerintah Thailand. Foto: reuters

batampos.co.id – Di Thailand, biksu punya piaraan yang berbeda dengan kebanyakan piaran orang di dunia. “Kucing Besar” alias Harimau. Bahkan, sejumlah kuil ramai dikunjungi turis karena memiliki piaraan Harimau yang jinak.

Salah satunya kuil Wat Pha Luang Ta Bua di Provinsi Kanchanaburi, Thailand. Turis menjuluki tempat itu Kuil Harimau.

Namum, sekarang julukan itu sirna. Sebanyak 137 harimau yang selama ini dipelihara di sana dipindahkan ke lokasi penangkaran milik pemerintah. Pemindahan harimau-harimau tersebut akan berlangsung sepekan dan melibatkan 1.000 orang.

Pemindahan itu dilakukan karena otoritas perlindungan satwa liar menganggap para biksu sudah melakukan tindakan ilegal. Mereka menangkarkan harimau tanpa izin.

Bukannya dilepasliarkan, harimau itu juga lebih banyak dirantai di kandang berlantai semen. Beberapa pengunjung menyebut harimau seakan diberi penenang sehingga terlihat jinak saat dibelai atau diberi susu botol.

Yang paling berat, aktivis pemerhati satwa liar menuding bahwa harimau-harimau tersebut diperjualbelikan.

’’Harimau-harimau ini seharusnya dipindahkan ke fasilitas suaka yang memadai yang bisa memberi mereka kehidupan yang lebih baik,’’ ujar kelompok yang menamakan diri Komunitas Perlakuan Etis terhadap Hewan itu.

Tentu saja para biksu di kuil menampik semua tuduhan tersebut. Tetapi, mereka tidak berdaya dengan adanya surat perintah dari pengadilan yang turun beberapa jam sebelum pemindahan.

Para aktivis membawa surat tersebut karena pendekatan secara baik-baik direspons kurang baik oleh para biksu. Januari dan Februari lalu para aktivis sempat memindahkan sepuluh harimau dari kuil itu.

’’Tekanan dari dunia internasional terkait perdagangan ilegal satwa liar juga menjadi salah satu alasan dari tindakan kami saat ini,’’ ujar Deputi Dirjen Departemen Taman Nasional Thailand Adisorn Nuchdamrong, Selasa (31/5/2016).

Pemindahan dilakukan sejak Senin (30/5/2016). Sempat ada insiden satu harimau lepas meski sudah dibius. Namun, petugas berhasil menemukan harimau itu kembali.

Selama ini Thailand menjadi pusat perdagangan satwa liar dan produk hutan. Termasuk perdagangan gading gajah, burung-burung eksotis, mamalia, reptil, dan hewan-hewan yang hampir punah.

Itu semua dijual di pasar gelap Thailand. Pemerintah telah menerbitkan undang-undang perlindungan terhadap binatang pada 2015. Tetapi, para aktivis menilai bahwa undang-undang tersebut hanya di atas kertas. (Reuters/BBC/sha/c4/any)

Respon Anda?

komentar