Sektor Kelautan dan Perikanan Harus Dioptimalkan

521
Pesona Indonesia
Pelabuhan perikanan di Anambas. foto:syahid/batampos
Pelabuhan perikanan di Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kondisi Geografis Provinsi Kepulauan Riau yang 96 persen lebih di antaranya berupa laut, mesti menjadi sumber penghidupan dan pengerek ekonomi yang signifikan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Siirajudin Nur meyakini pandangan sedemikian. “Kelautan dan perikanan ini tidak menawarkan pilihan untuk diabaikan. Ini harus benar-benar diperhatikan,” kata Sirajudin, kemarin.

Optimalisasi sektor kelautan dan perikanan diyakini Sirajudin bakal menjadi sebuah sektor strategis dalam peta besar pembangunan Provinsi Kepri di tahun-tahun hadapan. Ketika sektor pendulang pendapatan asli daerah yang lain mulai lesu, Sirajudin menegaskan, sektor kelautan dan perikanan adalah pengecualian.

Namun, menuju ke sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing sekaligus produktif mendulang pendapatan, ada banyak hal yang mesti segera digesa. “Mulai dari sumber daya manusianya, sampai dengan regulasi-regulasi terkait. Laut Kepri yang begitu luas jangan lagi dianggap pemisah. Tapi ini adalah perekat dan kekayaan kita,” tegas politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Pada pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemprov Kepri tahun 2015 yang disampaikan beberapa waktu lalu, Sirajudin menggarisbawahi sektor perikanan dan kelautan, yang memang melalui sejumlah indikator belum mencapai tahap yang diinginkan. Satu tolok ukur produk domestik bruto (PDRB), misalnya. Dari yang harusnya bisa tercapai 7.5 di tahun kerja 2015, nyatanya hanya mampu membukukan 3.4 saja. “Hanya separo lho yang berhasil dilakukan. Tentu, kami mencatat itu sebagai target yang belum tunai,” kata anggota legislatif yang juga Ketua Panitia Khusus pembahasan LKPj Pemprov Kepri 2015 ini.

Bila nantinya, PDRB sudah mencapai target yang dicanangkan, Sirajudin menilai, Provinsi Kepri bakal menjadi berdikari di atas sektor kelautan dan perikanan. “Ini mesin ekonomi yang memang belum dimainkan sekencang-kencangnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sudah menemui Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti guna membincangkan perhatian Pemerintah Pusat untuk kemajuan industri perikanan di Provinsi Kepri.

Di hadapan Menteri Susi Pudjiastuti, Nurdin mengutarakan harapannya yang menginginkan industri perikanan di Negeri Segantang Lada ini berkembang lebih baik. Baik untuk perikanan tangkap, perikanan budidaya maupun usaha pengolahan perikanan. Sebagai daerah dengan luas laut mencapai 96 persen, majunya industri perikanan di Kepri harus diraih secepat mungkin.

Menurut Nurdin, dalam perbincangan singkat itu, Menteri Susi menyambut baik dan mendukung keinginan Kepri untuk semakin memajukan industri perikanan.”Menterian Kelautan dan Perikanan memang menunjukkan keinginan agar di Kepri, terutama Natuna dibangun menjadi sentra perikanan,” ujar Nurdin.

Dikatannya juga, tahun 2015, misalnya Kementerian mengucurkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk pembangunan di Selat Lampa, Natuna. Sedangkan tahun ini, ada Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 8 miliar bagi penyempurnaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan fasilitas pelabuhan seperti Mandi Cuci Kakus (MCK).

Dalam pendapat Nurdin, Selat Lampa memang menjadi salah satu titik industrialisasi perikanan di Kepri. Dalam program pengembangan perikanan, kata Nurdin, juga disejalankan dengan pusat dan disinergikan dengan daerah tingkat dua. Selain mengembangkan industri, Kepri juga terus meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan industri perikanan.

“Kita juga tetap menjaga konservasi. Yang jelas, perhatian khusus dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, terhadap pengembangan di Kepri tetap kita harapkan continue,” harap Nurdin. Bagi Nurdin, laut Kepri yang luas adalah jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri kedepannya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar