Sewa Motor lalu Hendak Dijual, Empat ABG Ditangkap Polisi

771
Pesona Indonesia
 Empat remaja yang diduga menggelapkan motor hasil sewaan yang diamankan di Mapolsek Bintan Timur, Selasa (31/5). foto:harry/batampos
Empat remaja yang diduga menggelapkan motor hasil sewaan yang diamankan di Mapolsek Bintan Timur, Selasa (31/5). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bintan Timur meringkus empat remaja asal Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, yang diduga sebagai pelaku penggelapan dua unit kendaraan bermotor di Taman Kota, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Senin (30/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibat melakukan perbuatan tersebut keempat remaja mendekam di sel tahanan Mapolsek Bintan Timur. Mereka adalah Riom 18, Yangsilmm 18, RNm 16m dan TGm 17. Mereka ditahan dengan dikenakan Pasal 367 tentang penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara.

Salah satu pelaku, Rio mengaku jika awalnya ia dan tiga rekan lainnya tidak berniat melarikan motor milik David, warga sekampungnya. Tetapi hanya ingin menyewanya saja untuk keperluan sehari-hari ke Tanjungpinang.

“Kita sewa dua unit motor untuk digunakan berpergian ke Pinang saja. Tak ada terlintas dalam pikiran kita untuk melarikan ataupun menjualnya,” akunya dihadapan penyidik di Mapolsek Bintan Timur, Selasa (31/5).

Namun dikarenakan ia tidak mengantongi uang lagi. Tiba-tiba muncul niat buruk untuk menggadaikan salah satu motor yang disewanya kepada warga Tanjungpinang. Dari hasil menggadaikan motor mereka mendapatkan uang sebesar Rp 500 ribu.

“Dengan uang itulah kita bisa beli makanan, minuman dan beli BBM untuk motor yang kita sewa satu lagi,” akunya.

Beberapa hari kemudian, lanjutnya, uang dari hasil gadaiannya ludes untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berempat. Niat burukpun kembali terlintas untuk mendapatkan uang secara cepat. Namun untuk kali ini motor yang disewanya bukan digadaikan melainkan ingin dijual agar mendapatkan uang lebih banyak lagi.

Melalui media sosial (Medsos) di bursa jual beli, sambungnya, mereka memajang foto motor tersebut dengan harga yang super murah Rp 2 juta. Alhasil, Siddin, warga Kijang berkomentar diakun medsosnya dan berminat untuk membeli motor itu. Mendapati adanya pembeli, mereka mengatur waktu untuk bertransaksi dan disepakati lokasi transaksi itu di Taman Kota Kijang.

“Kita mohon Pak Polisi mau bebaskan kita. Kita kan belum melakukan penjualan motor itu, baru mau melakukan. Tolonglah pak,” pintanya dengan nada tersengal-sengal.

Sementara Kapolsek Bintan Timur, Kompol Dandung Putut Wibowo mengatakan jajarannya mendapatkan laporan dari salah satu warga Kijang, Siddin bahwa ada empat orang yang dicurigai melakukan tindakan kriminalitas.

“Siddin mengaku kalau empat remaja menawarkan motor dengan harga murah. Jadi si pelapor curiga kalau motor itu dari hasil curian. Sehingga melaporkan kejadian itu ke kita,” katanya.

Menindaklanjuti laporan itu, lanjutnya, jajarannya dan Siddin membuat jebakan dengan menyepakati transaksi tersebut. Ketika keempat remaja itu bertemu Siddin di Taman Kota, Kijang, polisi langsung membekuk keempat remaja dan satu unit motor Yamaha Mio Soul GT warna biru yang ingin dijual.

Usai mengamankan, sambungnya, empat remaja langsung dimintai keterangan lebih lanjut soal asal usul motor yang dijual murah itu. Dalam pemeriksaan itu, keempatnya mengakui jika motor yang digadai dan mau dijual tersebut dari hasil penggelapan.

“Setelah kita periksa, keempat pelaku langsung kita serahkan ke Mapolsek Bintan Utara, karena dari sanalah ada laporan terkait kehilangan kendaraan bermotor,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar