40 Bayi Harimau Ditemukan di Lemari Pendingin Kuil

596
Pesona Indonesia
Petugas Satwa Liar Thailand menemukan puluhan bayi harimau mati di dalam freezer. Gambar diambil pada 1 Juni oleh Departemen Taman Nasional, Margasatwa dan Konservasi Tanaman Thailand. Foto: DNP-AFP / AFP PHOTO / Department of National Park, Wil / -
Tim gabungan penyelematan Satwa Liar Thailand menemukan puluhan bayi harimau mati di dalam freezer, Rabu (16/2016). Departemen Taman Nasional, Margasatwa dan Konservasi Tanaman Thailand menyita semua bayi harimau ini untuk penyelidikan lebih lanjut. Foto: AFP

batampos.co.id – Tim Gabungan penyelamatan hewan dilindungi yang dipelihara warga di  Thailand terus melakukan razia. Hasilnya, selain berhasil menyita 137 Harimau di kuil Wat Pha Luang Ta Bua, di Distrik Sai Yok, Provinsi Kanchanaburi, Thailand, juga berhasil menemukan 40 bayi harimau mati yang disimpan di dalam lemari pendingin kuil tersebut.

“Jasad anak harimau ini diperkirakan masih berumur 1–2 hari saat mereka tewas. Tapi, kami belum tahu dengan pasti sudah berapa lama mereka mati,’’ ujar petugas kepolisian Distrik Sai Yok Kolonel Bandith Meungsukhum, Rabu (1/6/2016).

Baca Juga: Polisi Sita 137 Harimau Piaraan Biksu

Freezer yang menyimpan 40 anak harimau mati itu terletak di dapur kuil. Selain bayi harimau, ada juga jasad binturong yang masih utuh. Sama seperti harimau, binturong adalah salah satu hewan yang dilindungi.

Selain itu ada tengkorak dan tanduk binatang, serta satu kotak yang isinya isi perut binatang.

’’Itu (jasad bayi harimau dan yang lain) pasti berharga bagi kuil ini sehingga mereka menyimpannya. Tapi, untuk apa itu, saya masih belum tahu,’’ kata Deputi Dirjen Departemen Taman Nasional Thailand Adisorn Nuchdamrong.

Pihak kuil sendiri melalui akun Facebook-nya membantah kalau bayi-bayi harimau itu sengaja dibunuh. Menurut mereka, bayi harimau dalam freezer itu mati ketika dilahirkan. Mati saat lahir atau beberapa hari setelah lahir lazim terjadi.

Dulu, jasad-jasad dari binatang yang dilindungi itu dikremasi oleh pihak kuil. Namun, kebijakan kremasi tersebut berubah pada 2010. ’’Bukannya dikremasi, jasad bayi harimau ini disimpan di stoples-stoples maupun dibekukan,’’ tulis pihak kuil.

Mereka tidak menjelaskan mengapa kebijakan kremasi itu diubah. Mereka juga kembali menampik tudingan bahwa bayi-bayi harimau tersebut akan dijual. Namun, di Tiongkok, bagian tubuh harimau kerap diperjualbelikan untuk tujuan pengobatan.

Pemerintah dan petugas perlindungan binatang liar sudah lama bersengketa dengan pihak kuil. Tudingan bahwa kuil itu memperjualbelikan harimau yang mereka pelihara berlangsung sejak 2001.

Kuil tersebut juga dituduh membiakkan harimau dengan cara ilegal dan berlaku keji terhadap mereka. Bayi harimau sengaja dipisahkan dari induknya agar si bayi bisa diajak disusui botol oleh turis dan diajak berfoto-foto.

Saat itu, pihak kuil akhirnya sepakat untuk tidak membiakkan harimau-harimau tersebut secara ilegal. Kecuali, tentu saja jika si harimau yang ingin berkembang biak sendiri secara alami.

Laporan bahwa kuil itu tidak aman dan ada beberapa turis yang diserang oleh si kucing besar ini juga terus masuk. Namun, seperti sebelumnya, pihak kuil menampik semua tuduhan. Meski begitu, pengadilan memutuskan semua harimau di kuil harus dipindahkan ke tempat yang aman.

Operasi pemindahan seluruh harimau ke fasilitas penangkaran milik pemerintah baru dilakukan Senin (30/5/2016) lalu, setelah ada perintah pengadilan yang turun.  Hingga Rabu (1/6/2016) sudah 52 harimau dewasa yang dipindahkan. Masih ada 85 ekor lagi di kuil Buddha tersebut. Seluruhnya masih bernyawa.

Suthipong Pakcharoong yang menjabat wakil presiden Yayasan Kuil Wat Pha Luang Ta Bua mengungkapkan bahwa pihak kuil akan menaati perintah pengadilan. Meski begitu, dia menegaskan bahwa relokasi itu bakal berimbas negatif kepada perekonomian warga setempat. Sebab, tanpa ada harimau-harimau itu dipastikan tidak ada turis yang berkunjung.

’’Tidak ada yang ilegal atau bahaya sama sekali. Jika mereka seperti ini (merelokasi harimau), itu akan berdampak pada industri wisata,’’ katanya. (reuters/afp/cnn/bbc/sha/c19/any)

Respon Anda?

komentar