Beras Rp 7.900, Gula Rp 14.500 Perkilogram

1340
Pesona Indonesia
Operasi pasar yang digelar Bulog. foto:cecep mulyana/batampos
Operasi pasar yang digelar Bulog. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Perusahaan Umum (Perum) Bulog sub-divre Batam bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengadakan operasi pasar menjelang Ramadan di pasar Mega Legenda, Kamis (2/6). Dalam operasi pasar itu, mereka menjual beras seharga Rp 7.900 dan juga gula seharga Rp 14.500 per kilogramnya.

“Operasi pasar ini sudah hari kedua kami laksanakan. Rencananya dalam satu pasar diadakan dua hari berturut-turut. Tapi kami akan evaluasi, di pasar mana masyarakat yang paling banyak membutuhkan, disitu kami akan menambah kuota,” ujar Kepala Perum Bulog Sub-Divre Batam, Jamaludin ketika ditemui disela-sela operasi pasar di Batamcenter, kemarin.

Dia mengatakan, operasi pasar perdana ini, pihaknya menyediakan kuota 4 ton beras, sedangkan Disperindag menyediakan 500 kilogram gula. “Beras kualitas medium import dari Vietnam kami jual Rp 7.900 per kilogram sedangkan gula dijual Rp 14.500 per kilogram,” ujar Jamaludin.

Kepala Disperindag Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pihaknya mengadakan kerjasama operasi pasar bersama Bulog ini bertujuan untuk memantau dan mengantisipasi harga sembako yang dijual tinggi oleh pedagang kepada masyarakat.

“Sekalian survey harga juga. Dalam operasi pasar, kami jual gula lebih murah sekitar Rp 1.500 dibanding harga pasaran. Ini sebagai fungsi antisipasi dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok saar Ramadan nanti,” ujarnya.

Warga Batamcenter, khususnya di sekitar pasar Mega Legenda merasa terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. “Syukurlah ada operasi pasar ini. Bisa beli beras hanya Rp 79 ribu per 10 kilogram. Biasanya belinya 130 ribu per 10 kilonya. Makanya mumpung ada, beli 10 kilo beras, dan dua kilo gula. Hematlah,” ujar Ika, warga perumahan Puri Legenda.

Ditanya mengenai kualitas beras, dia belum bisa memastikan. Soalnya baru beli sembako tersebut di hari kedua. “Belum coba. Tapi yang namanya beras, sama sajalah rasanya setelah jadi nasi,” ujarnya. (cha)

Respon Anda?

komentar