Bulan Ini, Proyek Pemasangan 32 Titik CCTv di Batam Dilelang

698
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Tempat-tempat sentral dan lokasi rawan di Batam akan dilengkapi Closed Circuit Television (CCTv). Proses lelangnya akan dilaksanakan Juni 2016 ini. Untuk tahap awal, dianggarkan lebih dari Rp 1 miliar untuk pembelian 32 CCTv.

“Di awal baru kita anggarkan 32 CCTv. Tetapi di APBD perubahan nanti akan kita tambah. Kita akan mendorong lokasi-lokasi rawan dilengkapi dengan kamera pengawas ini,” ujar Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam Ruslan M Ali Hasyim, kemarin (1/6).

Ruslan mengatakan, keberadaan CCTv ini sangat penting khususnya dalam hal pengamanan dan pengawasan. Mengingat beberapa tahun belakangan kerap terjadi aksi kejahatan jalanan. Belum lagi aksi geng motor yang kian meresahkan masyarakat Batam.

“Pengadaan CCTv ini sangat kita dukung. Apalagi melihat kondisi saat ini sudah menjadi kebutuhan,” sebut Ruslan.

Batam harus belajar dari negara-negara maju, dimana setiap titik-titik lokasi dilengkapi kamera pengintai yang terintegrasi langsung dengan pihak keamanan. “Ini juga sebagai pencegahan, minimal orang berfikir sebelum berbuat kejahatan,” sebutnya.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Sumali mengaku 32 titik CCTv yang dianggarkan di APBD Batam 2016 ini dinilai kurang, mengingat tingkat kejahatan di Batam yang tergolong tinggi. Oleh karena itu perlu ada penambahan jumlah pada APBD Perubahan nanti.

“Penggunaan kamera pengintai ini mutlak diperlukan. Jumlah 32 titik ini dinilai maih sangat kurang,” sebutnya.

Ia juga membenarkan, sebelumnya pernah ada pemotongan anggaran. Dari 35 titik yang dicanangkan dewan, baru disepakati 32 titik saja. Program tersebut masuk dalam skala prioritas dan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

“Makanya perlu ada penambahan lagi,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura. Ia menuding pemerintah setengah hati membangun CCTv di kawasan obyek vital, fasilitas umum (fasum) serta tempat-tempat rawan kejahatan.

“Kita dari DPRD sudah mendorong agar alokasi anggaran ini maksimal, namun TAPD memotongnya di Ranperda,” kata Nyanyang.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Keamanan Indonesia (Abujapi) Kepri selaku penggagas terwujudnya Perda CCtv, M Al Ichsan pernah melakukan survei di 2007 lalu terkait kebutuhan CCTV di Batam.

“”Perkiraan saya, saat ini butuh sekitar 600 an CCTv,” ujarnya. (rng)

Respon Anda?

komentar