Gubernur Siapkan Beasiswa Istimewa Bagi Pelajar Hafal Alquran

1694
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi istri bersalaman dengan warga usai melaksanakan syukuran di Masjid Penyengat. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi istri bersalaman dengan warga usai melaksanakan syukuran di Masjid Penyengat. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Kepri, Nurdin Basirun mengatakan Pemprov akan menyiapkan beasiswa istimewa bagi pelajar yang hafal alquran. Yakni dikuliahkan di Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

“Beasiswa istimewa ini akan diberikan sampai selesai bagi tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Dengan syarat harus mahir menghafal alquran 30 juz dan mahir berbahasa Inggris. Jika memungkin program ini, akan kita mulai pada 2017 mendatang,” ujar Gubernur di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (31/5) lalu.

Disebutkannya, saat ini, Pemprov Kepri bersama dengan pihak UIN Syarif Hidayatullah sendiri, sedang menjajaki kerja sama terkait rencana ini. Mantan Bupati Karimun tersebut, menghimbau kepada seluruh siswa dan siswi di Kepri, terutama yang beragama Islam untuk berlomba-lomba mempelajari Bahasa Inggris dan menghafal Alquran jika memang menginginkan beasiswa ini.

Lebih lanjut, Nurdin menjelaskan kenapa syaratnya harus hafal Alquran. Menurut Nurdin inilah salah satu cara Pemerintah Provinsi Kepri dalam mencetak kader yang berakhlakulkarimah atau berakhlak mulia. Ini sesuai dengan visi Kepri yang ingin mewujudkan Kepulauan Riau sebagai bunda tanah Melayu yang sejahtera, berakhlak mulia dan ramah lingkungan serta unggul dibidang maritim.

“Orang yang hafal Alquran, sudah pasti punya karakter akhlak yang baik. Kita ingin punya kader generasi seperti itu untuk meneruskan pembangunan di Kepri,” papar Nurdin.

Nurdin juga menjelaskan, kenapa dipilih bidang kedokteran, atau kesehatan, inspirasi tersebut menyeruak dipikirannya saat dirinya beraudiensi dengan para dokter sebanyak 40 orang yang merupakan alumni Universitas Indonesia (UI) di Gedung Daerah, Selasa (31/5). Bahkan beberapa dari mereka merupakan guru besar di UI.

Latar belakang lainnya, sampai saat ini juga Kepri dinilai Nurdin masih kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter. Mengingat wilayah Kepri yang luas dan terdiri dari pulau-pulau, maka sangat dibutuhkan tenaga kesehatan yang siap ditugaskan hingga ke pelosok.

“Secara teknis, menyangkut program beasiswa belajar di fakultas kedokteran ini, saya telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) agar menyusun segala sesuatunya yang diperlukan,” ungkap Nurdin.

Nurdin juga menyebutkkan, pihaknya tidak hanya bekerja sama dengan UIN Jakarta, Pemerintah Provinsi Kepri akan menggandeng Politeknik Kesehatan (Poltekes) Tanjungpinang untuk bekerja sama dalam menyiapkan kader tenaga kesehatan yang berbasis internasional. Hal ini juga dalam rangka menyongsong kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Diterangkan Gubernur, lahirnya MEA telah mendorong semua bidang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas diri untuk mampu bersaing dengan pasar global, termasuk tenaga kesehatan dan dokter. Jika tidak siap, maka tenaga kesehatan Kepri akan diisi oleh tenaga-tenaga dari luar negeri, sementara masyarakat tempatan hanya bisa menonton.

“Kita tidak mau masyarakat kita hanya menonton, maka kita harus menyiap kandiri untuk bersaing di MEA. Untuk hal ini saya juga telah meminta Dinas Kesehatan agar segera menyusun kurikulum kesehatan yang berbasis internasional. Yang kemudian bisa mencetak kader-kader kesehatan yang mampu bersaing,” kata Nurdin.

Bekerjasama dengan Poltekes, Pemerintah Provinsi Kepri juga akan memberikan beasiswa bagi putra-putri Kepri, terutama yang menguasai bahasa Inggris dan minimal hafal 1 juzz Alquran. Mereka akan diberikan beasiswa selama tiga tahun dan akan mendapatkan sertifikat tenaga kesehatan internasional. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar