Imigrasi Bentuk Timpora untuk Awasi WNA

630
Pesona Indonesia
Rapat Koordinasi (Rakor) Timpora di Kantor Imigrasi Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (1/6).
Rapat Koordinasi (Rakor) Timpora di Kantor Imigrasi Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (1/6). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Kabupaten Bintan menjadi salah satu pintu masuk utama bagi Warga Negara Asing (WNA) terbanyak se Indonesia. Dengan keberadaan orang asing ini membuat Bintan rawan terjadinya tindak pidana keimigrasian seperti WNA yang tidak mengantongi dan melanggar dokumen keimigrasian serta kasus pencurian ikan skala besar (illegal fishing) yang terjadi beberapa waktu lalu di Tanjungberakit, Kecamatan Teluk Sebong.

Agar tindak pidana WNA ini tidak terjadi lagi di Bintan, Imigrasi Kelas II A Tanjunguban meningkatkan koordinasi pengawasan orang asing dengan membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Tim ini terdiri dari Imigrasi, Badan Inteligen Negara (BIN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Polres Bintan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Lantamal IV Tanjungpinang, Intel Lanud Tanjungpinang, Kodim Bintan, Satpolair Polres Bintan, Fasharkan TNI AL, Syahbandar Tanjunguban, KPLP Tanjunguban, dan Kesbangpol Bintan.

“Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa untuk 169 negara, maka diperlukan peningkatan dan perketat pengawasan orang asing di Bintan,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II A Tanjunguban, Suhendra usai menaja Rapat Koordinasi (Rakor) Timpora di Kantornya, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (1/6).

Dikatakannya, selama ini pengawasan orang asing yang dilakukannya secara rutin hanya di Kawasan Pariwisata dan Kawasan Industri. Bahkan dari hasil pengawasannya, puluhan WNA yang melanggar aturan telah dideportasi ke negara asalnya. Namun untuk keberadaan orang asing diluar dari dua kawasan tersebut, sangat sulit dilakukannya dikarenakan keimigrasian mengalami keterbatasan anggota. Sehingga diperlukan adanya koordinasi yang baik dengan seluruh instansi dan masyarakat yang tergabung kedalam Timpora.

Dengan memperkuat koordinasi dengan Timpora ini, lanjutnya, pengawasan orang asing yang akan dilaksanakan di wilayah Kerja Imigrasi Kelas II A Tanjunguban yang meliputi Kecamatan Bintan Utara, Teluksebong dan Seri Kuala Lobam akan berjalan secara maksimal. Dan juga bisa mencegah dari adanya tindak pidana keimigrasian.

“Pengawasan orang asing ini akan dilakukan hingga ke desa dan perkampungan. Bahkan hingga ke wilayah perbatasan di tiga kecamatan tersebut,” katanya.

Harapannya, dengan adanya Timpora ini setiap permasalahan yang terjadi bisa dikoordinasikan satu instansi dengan lainnya. Bahkan untuk lebih memperkuat kerjasama setiap instansi di Timpora ini, keimigrasian berencana akan melaksanakan operasi gabungan terhadap orang asing dalam waktu dekat.

“Kita akan agendakan operasi gabungan. Semua ini dilakukan untuk memastikan keberadaan orang asing di wilayah ini sudah patuh dengan aturan dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar