Terowongan Kereta Api Terpanjang di Dunia Diresmikan

669
Pesona Indonesia
Presiden Swiss Johan Schneider-Ammann dan Kanselir Jerman Angela Merkel di terowongan GBT. FOTO : abc.net
Presiden Swiss Johan Schneider-Ammann dan Kanselir Jerman Angela Merkel di terowongan GBT. FOTO : abc.net

batampos.co.id – Terowongan kereta api (KA) terpanjang di dunia menembus Pegunungan Alpen yang masuk wilayah Swiss dan menghubungkan sejumlah negara Eropa pembangunannya rampung. Pembangunan terowongan sepanjang 57 kilo meter itu memakan waktu 20 tahun.

Saat peresmian terowongan yang diberi nama Gotthard Base Tunnel (GBT) itu, Rabu (1/6/2016), Presiden Swiss Johan Schneider-Ammann mengundang para pemimpin Eropa lainnya. Antara lain,
Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, dan Presiden Prancis Francois Hollande. Mereka menjadi rombongan penumpang pertama yang menjajal terowongan baru tersebut.

Selain kereta penumpang, trayek Kota Erstfeld-Bodio itu akan dilewati kereta barang.

“Terowongan ini akan menghubungkan masyarakat sekaligus perekonomian Eropa,” kata Schneider-Ammann.

Meski Swiss bukan anggota Uni Eropa (UE), kesuksesan pembangunan GBT menuai apresiasi Komisioner Transportasi UE Violeta Bulc. “Ini anugerah Tuhan bagi Benua Eropa,” ujarnya tentang GBT.

Berkat GBT, KA tak perlu lagi melewati rel menanjak atau zig-zag. Selain hemat bahan bakar, melewati terowongan yang dibangun menembus pegunungan itu jelas hemat waktu.

Perjalanan dari Kota Zurich ke Kota Milan misalnya. Perjalanan darat yang biasanya makan waktu 2 jam 40 menit itu akan tuntas dalam waktu kurang dari satu jam.

Tapi, GBT baru beroperasi paling cepat mulai Desember nanti. Untuk sementara GBT akan dilewati KA penumpang dengan rute pendek. Juga KA barang yang mampu mengangkut lebih ba­nyak kargo.

Saat ini setiap harinya ada sekitar 9.000 orang yang menggunakan jasa KA di Swiss. Pada 2020 jumlahnya diramalkan meningkat sampai 15.000 orang. Sebab, GBT membuat perjalanan lebih cepat dan menyenangkan.

dalam proses pembangunan terowongan ini, sejumlah insiden terjadi yang menewaskan sembilan pekerja dalam kurun 20 tahun.

Hebatnya, pembangunan terowongan yang sukses menggeser posisi Terowongan Seikan, Jepang, sebagai terowongan ter­panjang di dunia tersebut tepat waktu dan tepat anggaran.

Pembangunan sekitar dua dasawarsa itu menelan biaya sekitar USD 12 miliar atau Rp 164,44 triliun. (AFP/BBC/hep/c9/any/pda/jpg) 

Respon Anda?

komentar