Ultimatum Buat Pedagang, Dilarang Naikkan Harga saat Puasa hingga Lebaran

443
Pesona Indonesia
Aktifitas pedagang bawang dan cabai di Pasar Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, kemarin. Harga cabai dan bawang di Bintan mengalami kenaikan walaupun harga BBM turun. foto:harry/batampos
Aktifitas pedagang bawang dan cabai di Pasar Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Bintan mengultimatum seluruh pedagang dan pengusaha di Kabupaten Bintan agar tidak menaikkan harga kebutuhan pokok saat bulan puasa atau Ramadan hingga menjelang lebaran. Karena dengan menaikan harga akan menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Jangan pula mencari untung besar masyarakat yang jadi korban. Karena dengan harga yang melonjak tinggi, mereka akan terbebani. Jadi kita melarang keras kepada seluruh pelaku usaha untuk menaikan harga barang,” ujar Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindagkop dan UKM Bintan, Setia Kurniawan saat dikonfirmasi, Rabu (1/6).

Momen bulan puasa hingga lebaran selalu dimanfaatkan oleh pedagang dan pengusaha untuk menciptakan kondisi kelangkaan terhadap ketersediaan berbagai kebutuhan pokok. Sehingga dengan dasar kelangkaan barang inilah pelaku usaha tersebut bisa meraup keuntungan yang berlipat ganda dibandingkan hari biasanya.

Agar momen perayaan hari besar bagi umat Islam ini tidak dimanfaatkan oleh pelaku usaha, lanjutnya, Disperindagkop dan UKM Bintan akan melakukan monitoring harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di seluruh pasar tradisional, swalayan dan gudang penyimpanan se Kabupaten Bintan.

“Saat ini harga dan stok kebutuhan pokok masih aman dan stabil. Kecuali gula pasir yang masih langka karena belum didistribusikan oleh pengusaha dari Jawa. Namun dikhawatirkan saat puasa hingga menjelang lebaran, karena momen itu sering dimanfaatkan oleh pelaku usaha,” katanya.

Jika saat monitoring nantinya didapati ada pelaku usaha yang nakal dengan menaikan harga sesuka hatinya tanpa ada kejelasan maupun laporan. Maka pelaku usaha itu akan dijatuhkan sanksi. Karena melakukan sesuatu cara, baik itu menimbun dan menaikan harga yang menyebabkan kelangkaan barang serta menyulitkan orang sudah masuk dalam kategori pidana.

“Ingat, Disperindag akan berikan sanksi bagi pedagang nakal yang mencari keuntungan dengan memanipulasi harga,” tegasnya.

Pantauan dilapangan, beberapa harga komoditi kebutuhan pokok yang dijual di pasar tradisional yang berada di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kawal, Kecamatan Toapaya dan Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara masih dianggap stabil. Diantaranya harga daging sapi segar per Kilogramnya (Kg) masih dijual Rp 135 ribu rupiah. Begitu juga dengan harga daging ayam segar masih dipatok Rp 33 ribu per Kg. Namun harga daging sapi beku mengalami kenaikan dari Rp 83 ribu menjadi Rp 90 ribu per Kg. Sedangkan untuk sayuran hanya wortel yang mengalami kenaikan harga dari Rp 16 ribu menjadi Rp 24 ribu per Kg. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar