Warga Matak Tuntut Listrik Nyala 24 Jam

359
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sudah tujuh tahun lebih Kabupaten Kepulauan Anambas berdiri namun hingga kini belum semua masyarakat Kabupaten kepulauan Anambas sudah menikmati listrik 24 jam. Masih ada beberapa desa di beberapa kecamatan belum menikmati listrik 24 jam.

Salah satu desa yang hingga kini belum menikmati aliran listrik 24 jam yakni desa-desa yang ada di Kecamatan Palmatak. Saat ini aliran listrik di desa tersebut hanya 17 jam dari sore hingga pagi hari. Sementara itu pada siang hari listrik padam. Padahal beberapa instansi pemerintah seperti kantor desa memerlukan listrik pada jam kerja.

“Kalau listrik tak ada mana bisa kerja,” keluh salah satu Kades di aula kantor Bupati kepulauan Anambas yang didampingi beberapa tokoh masyarakat.

Apalagi saat ini sudah mendekati bulan puasa, mereka meminta aga listrik bisa ditingkatkan lagi menjadi 24 jam.

Keluhan warga Palmatak itu disambut baik oleh Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris. Oleh karenanya pihaknya langsung meminta kepada pihak PLN agar listrik dinyalakan minimal 20 jam saja perhari.

“Kita minta kepada PLN kalau bisa pada bulan puasa ini ditingkatkan lagi, paling tidak ada perubahan, kalau tidak 24 jam, minimal 20 jam, yang penting ada perubahan,” ugkap Abdul Haris dalam forum.

Karena dalam forum itu tidak diikuti Kepala PLN Sub rayon Palmatak, maka tuntutan itu ditanggapi oleh Kepala Sub Rayon Tarempa Dedi Irawan. Menurutnya tuntutan itu dianggap wajar. Namun untuk meningkatkan kapasitas atau meningkatkan lagi kinerja mesin dari 17 jam menjadi 20 atau 24 jam, perlu evaluasi dulu apakah mesin yang ada itu benar-benar mampu atau tidak.

Pasalnya saat ini jika mesin dipaksa nyala 24 jam itu belum siap, jadi pihak PLN tidak berani memaksa mesin. Sebab bukannya bisa tahan lama tapi malahan terjadi gangguan, kalau ada mesin yang terganggu justru akan ada pemadaman giliran. “Untuk meningkatkan menjadi 20 atau 24 jam, kita mesti evaluasi dulu, apa saja yang dibutuhkan, jika tidak siap, akan berdampai negatif,” ungkapnya.

Karena ia tidak bisa mengambil kebijakan sendiri, maka apa yang telah disampaikan kepada pihak PLN akan disampaikan kepada atasan. Sebagai pengganti kepala Sub Rayon Palmatak, ia menyarankan kepada Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris untuk berkoordinasi dengan PLN Area Tanjungpinang.
“Kalau dari atasan sudah memerintahkan, kami siap sesuai perintah. Kita tinggal menunggu surat perintah,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar