Yakinlah! Pesantren Terbukti Mampu Ciptakan Kedamaian

1010
Pesona Indonesia
Marwan Jafar. Foto: Dokumen JPNN
Marwan Jafar. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar mengajak seluruh warga pesantren mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila. Karena merupakan dasar negara yang harus diamalkan seluruh rakyat Indonesia, termasuk warga pesantren.

“Pesantren-pesantren di Indonesia juga sudah secara sah dan meyakinkan ikut serta mengembangkan nilai-nilai Pancasila. Bukan nilai-nilai yang lain, apalagi kemarin (Rabu,red) sudah ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila lewat Keputusan Presiden (keppres,red),” ujar Marwan dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Al-Ittifaqiyah Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (2/6).

Marwan mengemukakan pandangannya, apalagi sejak puluhan tahun lalu pesantren terbukti mampu membentengi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kehadiran pesantren juga berhasil menciptakan kedamaian dan ketenangan negara.

“Pesantren juga selalu mengakomodasi keadaan-keadaan yang terus berkembang, saya yakin seyakin-yakinnya itu. Tetapi yang lebih penting, pesantren juga tidak lupa dengan misi dasarnya, tidak lupa dengan azas dasar dan tidak lupa dengan ajaran-ajaran dasarnya,” ujar Marwan.

Dalam kunjungan kali ini, Marwan menyempatkan blusukan ke Desa Pulau Semambu, Indralaya Utara, Ogan Ilir. Di hadapan sejumlah tokoh, mantan anggota DPR ini kembali mengingatkan, menyusun rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDesa) maupun laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran Dana Desa (DD), tak perlu tebal-tebal. Cukup hanya dua lembar, yang penting memuat poin-poin yang ingin dicapai.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana desa juga sebaiknya memanfaatkan tenaga lokal, atau bersifat padat karya. Langkah tersebut diyakini dapat memberi dampak ekonomi yang luar biasa bagi desa setempat.

“Misalnya jalan desa, bisa dikerjakan bersama-sama, padat karya. Tidak perlu pihak ketiga atau kontraktor untuk menggarap jalan desa. Sehingga, masyarakat desa bisa terlibat semua,” ujar Marwan.(jpg)

Respon Anda?

komentar