9 Kabel Penahan Jembatan Barelang Rusak, Mobil Dilarang Parkir

4734
Pesona Indonesia
Jembatan Barelang. Foto: yusuf hidayat/batampos
Jembatan Barelang. Foto: yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id – Jembatan Tengku Fisabilillah yang dikenal juga dengan Jembatan I Barelang terancam ambruk jika tak segera diperbaiki. Sembilan kabel besar penahan jembatan itu rusak dan membuat keseimbangan jembatan terganggu.

“Kami masih dalam tahap pemeriksaan. Indikasinya ada sembilan kabel besar yang rusak dari 112 kabel di sana. Ini memang sangat berbahaya,” kata Direktur Perencanaan dan Teknik Badan Pengusahaan (BP) Batam, Imam Bachroni, Kamis (2/6/2016).

Menyikapi kondisi ini, Imam mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan di jembatan tersebut. Termasuk mengatur kendaraan yang melintas.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya juga masih terus memantau Jembatan I Barelang. BP Batam bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan. Bukan hanya kabel di bagian bawah, tetapi juga di bagian atas jembatan.

“Kalau yang bagian atas itu sudah kita periksa dengan drone. Indikasi, ada sembilan kabel yang rusak,” katanya.

Sementara kabel di bagian bawah rusak kemungkinan disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah karena kabel dibakar, kemudian ada bagian kabel yang disayat atau sengaja dirusak oleh pengunjung.

“Jadi indikasinya, ada sampah yang dikumpulkan dan dibakar di dekat kabel itu. Ada juga yang karet pengaman itu yang dikoyak-koyak,” katanya.

Flexible protection atau pelindung kabel yang membuat jembatan fleksibel jika ada kendaraan berat yang melintas juga terganggu. Flexible protection ini menutupi sambungan kabel dan besi.

“Kalau sempat ini rusak, maka akan sangat berbahaya. Kami masih terus mengecek. Kami akan melihat di dalam kabel besar itu masih ada kabel-kabel lain. Apakah itu juga rusak, kita tak tahu,” katanya.

Dibutuhkan tiga bulan untuk melakukan inspeksi keseluruhan jembatan. Setelah itu akan langsung dilakukan perbaikan.

“Itu butuh waktu. Ini juga harus dibarengi dengan kerjasama dari semua pihak dan masyarakat yang ada di Batam. Beban jembatan jangan terlalu berat,” bebernya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk tidak parkir di atas jembatan rendah. Pengamanan juga harus ekstra ketat untuk melarang para pengunjung berfoto di atas jembatan.

“Kendaraan yang melintas dari sana juga harus diatur. Jangan sampai ada kendaraan berat yang melintas beriiringan. Jadi durasinya harus diatur,” imbaunya.

Ia berharap ada petugas yang bertugas untuk mengatur kendaraan yang akan melintas dari kedua sisi jembatan. Kalau beban terlalu berat, maka akan sangat berbahaya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Pangabean menyayangkan rusaknya sembilan kabel tersebut. Menurutnya, jembatan yang merupakan ikon Kota Batam itu harus dirawat semua warga Batam.

Menurutnya, petugas harus menertibkan semua kendaraan yang parkir di atas jembatan. Termasuk segala aktivitas yang mengganggu jembatan.

“Kalau itu sampai roboh, destinasi wisata Batam sudah pasti berkurang drastis. Akses ke hinterland juga akan terputus,” katanya.

Ia mengapresiasi Kementerian PUPR yang langsung merespon kondisi ini. Ia berharap dalam waktu dekat semua kerusakan diperbaiki. Sehingga tidak ada kekhawatiran dari masyarakat. Dan salah satu jembatan kebanggan Indonesia itu tetap berdiri kokoh. (ian/bp)

Respon Anda?

komentar