Ahok Ogah Tutup Total Tempat Dugem Selama Ramadan, Kecuali Diskotek, Gelper, dan Panti Pijat

992
Pesona Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Foto: dokumen JPNN.Com
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama enggan menutup semua tempat hiburan malam sebulan penuh selama Ramadan. Alasannya, pekerja di tempat hiburan malam juga butuh persiapan untuk Ramadan dan Lebaran.

Ahok tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan. Selain itu ada Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 98 Tahun 2004 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata di DKI Jakarta.

“Jadi satu hari sebelum (Ramadan, red) tutup. Dan selama Ramadan ada jamnya (pembatasan operasional),” ujar Ahok -sapaan Basuki- di Balai Kota DKI, Jumat (3/6/2016).

Menurutnya, kebijakan pembatasan jam operasional itu sebenarnya sudah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Tempat hiburan yang diizinkan tetap buka selama Ramadan yakni kafe live music, karaoke dan biliar. Jam operasinya mulai pukul 20.30 hingga 01.30 WIB.

Sedangkan tempat hiburan yang harus tutup total selama Ramadan adalah diskotek, griya pijat, dan permainan bola ketangkasan (gelper).

Sedangkan hiburan malam yang merupakan bagian dari fasilitas hotel berbintang dibatasi jam operasionalnya.(gir/jpnn)

Respon Anda?

komentar