BC Musnahkan Barang Bernilai Rp10 Miliar

487
Pesona Indonesia
Satu unit eskavator digunakan untuk memusnahkan belasan ribu kaleng minuman keras yang diimpor secara ilegal. foto:sandi/batampos
Satu unit eskavator digunakan untuk memusnahkan belasan ribu kaleng minuman keras yang diimpor secara ilegal. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Tanjungbalai Karimun, memusnahkan berbagai jenis barang bukti hasil penindakan atau tangkapan kapal patroli BC sepanjang 2009 sampai 2016 yang diimpor secara ilegal yang nilainya mencapai Rp10 miliar, Kamis (2/6).

”Cukup banyak jenis-jenis barang bukti hasil penindakan yang ada di dalam gudang-gudang kita. Bahkan, kondisinya sudah bertahun-tahun. Ada kasur, ban bekas, penutup velg bekas, elektronik bekas, rokok, minuman keras dan minuman ringan, bawang merah, sepeda bekas dan lain sebagainya. Barang-barang yang kita musnahkan ini berasal dari 55 kali penindakan di laut. Baik, oleh jajaran petugas di Kanwil dan juga KPPBC Tima Madya Tanjungbalai,” ujar Kepala Kanwil DJBC Khusus Tanjungbalai Karimun, Farjia.

Pemusnahan ini, katanya, sudah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Yakni, peraturan Menteri Keuangan tentang barang milik negara (BMN) eks kepabeanan dan cukai nomor PMK 240/PMK.206/2012 dan juga surat persetujuan pemusnahan dari Menteri Keuangan. Dan, juga pasal pasal 45 KUHAP tentang barang bukti, pasal 270 KUHAP tentang barang rampasan negara dan khusus untuk tumbuhan dan barang makanan sesuai dengan UU Karantina Tumbuhan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti, Winarko secara terpisah menyebutkan, yang ditampilkan di lapangan ini belum sebagian dari barang bukti yang akan dimusnahkan. ”Masih ada dua gudang lagi barang tangkapan yang akan dimusnahkan. Untuk bisa memusnahkan seluruhnya, dibutuhkan berhari-hari. Alhamdulillah jika dalam waktu 5 hari bisa dimusnahkan seluruhnya,” paparnya.

Sebelum pemusnahan dilkasanakan dengan cara dibakar dan dilindas menggunakan eskavator, terlebih dulu dilakukan pemeriksaan daftar barang yang ada di dalam gudang. Pemeriksaan ini tidak saja dilakukan oleh Kepala kanwil DJBC Khusus. Melainkan, juga disaksikan oleh Kantor Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam, aparat kejaksaan dan kepolisian. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar