BP2T Data Izin Usaha Kedai Kopi, Ada yang Tak Berizin

698
Pesona Indonesia
Asun meracik kopi di kedainya kopi Hawaii di Kijang, Bintan, Minggu (23/5/2016). F.Yusnadi/Batam Pos
Asun meracik kopi di kedainya kopi Hawaii di Kijang, Bintan, Minggu (23/5/2016). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tanjungpinang masih terus melakukan pendataan izin usaha. Kedai kopi juga tidak luput dari pendataan.

“Kami sudah mendata 72 kedai kopi. Dari 72 kedai kopi, 20 persennya tidak memiliki izin usaha,” ujar Petugas Pengendalian dan Penindakan BP2T Kota Tanjungpinang, Andy Suryanto, Kamis (2/6).

Dari 20 persen tersebut, tidak semuanya tidak memiliki izin. Sebagian besar memiliki izin, hanya saja tidak diperpanjang.

Ada alasan kenapa pemilik kedai kopi tidak mengurus izin, yaitu pajak dan keharusan membayar biro jasa. “Padahal untuk mengurusnya tidak dipungut biaya apapun,” ujarnya.

Pendataan ini, kata Andy dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pajak pertambahan nilai. Selain itu, juga untuk memberikan kenyamanan pengusaha.

Kepada pemilik kedai kopi yang belum mengurus izin, pihaknya meminta untuk segera melegalkan usaha kedai kopi tersebut. “Untuk tindakan selanjutnya, baru diketahui setelah hasil rapat seterusnya,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar