Gaza-Rafah Dibuka 4 Hari, 30 Ribu Warga Antre Menuju Mesir

532
Pesona Indonesia
Warga Gaza antre saat menunggu persetujuan masuk ke Mesir saat perbatasan Gaza-Raffah dibuka. Foto: news.cn
Warga Gaza antre saat menunggu persetujuan masuk ke Mesir saat perbatasan Gaza-Rafah dibuka. Foto: news.cn

batampos.co.id – Penduduk Gaza, Palestina, berbondong-bondong menuju Rafah, Mesir. Sebab, perbatasan yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar itu kembali dibuka. Namun tidak selamanya, hanya selama empat hari dan dibagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama dimulai Rabu (1/6/2016) hingga Kamis (2/6/2016). Perbatasan kembali ditutup dan dibuka lagi Sabtu-Minggu mendatang. Pada awal Mei lalu, pemerintah Mesir juga membuka perbatasan di Rafah selama tiga hari.

Pemerintah Mesir mengabari Hamas untuk mengabarkan pembukaan perbatasan itu Selasa malam (31/5/2016). Perbatasan tersebut dibuka untuk urusan kemanusiaan, pasien yang membutuhkan bantuan medis, dan para mahasiswa.

Ada sekitar 30 ribu penduduk Gaza yang mengantre untuk pergi ke Mesir dengan berbagai keperluan yang mendesak. Namun, diperkirakan hanya beberapa ribu orang yang berhasil menyeberang.

Pada hari pertama, ada tujuh bus yang mengangkut penduduk Gaza ke GOR Abu Yousif Al-Najjar di selatan Kota Khan Yunis, Gaza, sebelum dibawa ke Mesir.

”Kami melihat pembukaan perbatasan Rafah untuk kali kedua dalam kurun waktu tiga minggu ini sebagai langkah yang positif. Kami berharap perbatasan akan dibuka secara permanen untuk mengurangi krisis yang diderita penduduk Gaza saat ini,’’ ujar Direktur Perbatasan Rafah Sisi Palestina Hisham Udwan.

Mesir hampir selalu menutup perbatasannya dengan Jalur Gaza sejak mantan Presiden Mohamed Mursi digulingkan tiga tahun lalu. Selain itu, mereka menghancurkan terowongan-terowongan yang biasanya digunakan untuk menyelundupkan barang-barang dari Mesir ke Gaza.

Tindakan pemerintah Mesir itu membuat 1,9 juta penduduk Gaza kian menderita. Sebab, mereka hanya memiliki dua pintu untuk terhubung dengan dunia luar. Yaitu lewat Rafah di Mesir atau melalui perbatasan Israel. (Reuters/Middle East Monitor/sha/c19/any)

Respon Anda?

komentar