Gubernur Targetkan 1.000 Penghafal Alquran di Kepri

452
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun membuka Musyawarah RPJMD Kepri 2016-2021 di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (2/6). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun membuka Musyawarah RPJMD Kepri 2016-2021 di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (2/6). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepri 2016-2021, Gubernur Kepri punya mimpi besar untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepri. Yakni memiliki 1.000 generasi penerus yang hafal Alquran.

“Untuk waktu lima tahun kedepan, kita punya mimpi besar, yakni Kepri memiliki 1.000 penghafal alquran. Yang merupakan sebagai generasi penerus,” ujar Gubernur Nurdin dalam sambutannya saat membuka Musyawarah RPJMD Kepri 2016-2021 di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (2/6).

Menurut mantan Bupati Karimun tersebut, terobosan tersebut adalah merupakan salah satu cara untuk mewujudkan visi-misi Provinsi Kepri “Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim”.

“Ini juga bagian dari upaya untuk memperbaiki mental masyarakat. Yakinlah kalau mental sudah diperbaiki, akhlak sudah diperbaiki. Target pembangunan akan cepat tercapai, dan Kepri akan menjadi beranda utamanya Indonesia. Sebabnya, Kepri merupakan daerah terdepan yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga.

Lebih lanjut katanya, kompetensi SDM juga harus terus ditingkatkan. Saat ini katanya, generasi penerus berlomba-lomba menjadi tenaga kerja di Malaysia dan sebagainya. Kenyataannya hanya dipandang remeh, dan sekembali ke tanah air menjadi kurir narkoba.

“Ini persoalan yang harus kita benahi bersama-sama. Karena ini juga menyangkut akhlak generasi penerus yang harus diperbaiki,” papar Nurdin.

Pada kesempatan itu, Nurdin juga menegaskan ada banyak cara untuk mewujudkan pembangunan di Kepri. Dia juga tidak ingin persoalan defisit anggaran menjadi kendala dalam membangun, karena pemotongan anggaran tidak berarti menihilkan anggaran, sehingga ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

“Tidak ada alasan apapun yang bisa menghalangi pembangunan di Kepri. Termasuk persoalan defisit anggaran. Walaupun anggaran dipotong, masih ada cara lain yang bisa kita lakukan, seperti membuang anggaran kegiatan yang tidak di prioritaskan dan sebagainya. Dan dengan demikian kita justru bisa bekerja secara efektif dan efesien dengan mengutamakan kegiatan yang menjadiskala prioritas,” jelas Nurdin.

Pria yang sempat dua bulan menjadi Wakil Gubernur Kepri tersebut juga mengatakan, pembangunan yang akan dilakukan kedepan harus merupakan pembangunan strategis yang benar-benar dibutuhkan untuk kemajuan daerah. Tentu dibidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan

Pada momen yang sama, mewakili Pimpinan DPRD Kepri, Syarafuddin Aluan mengatakan, dari Musrenbang RPJMD ini Pemerintah Provinsi Kepri diharapkan bisa merumuskan program yang benar-benar menjadi skala prioritas. Penyusunan juga harus dilakukan dengan seefektif dan seefesien mungkin.

“RPJMD Kepri harus disusun berdasarkan isu yang strategis seperti potensi pariwisata, perekonomian, perindustrian dan sebagainya.Lakukan hal ini dengan efektif dan efesien serta kedepankan yang menjadi skala prioritas,” kata Aluan dalam sambutannya.

Musrenbang RPJMD 2016-2021 ini dihadiri oleh seluruh SKPD dilingkungan PemprovKepri , instansi vertikal dan BUMN, Bupati dan Walikota se Kepri, Kepala Bappeda se Kepri, Lembaga Adat, pers, LSM hingga para tokoh masyarakat.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar