Guntur : Jadikan Kepri Gerbang Wisata Bahari

454
Pesona Indonesia
Peluncuran Sail Selat Karimata, Festival Bahari Kepri, Festival Belitong di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung II, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Rabu  (1/6). foto:humas pemprov
Peluncuran Sail Selat Karimata, Festival Bahari Kepri, Festival Belitong di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung II, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Rabu (1/6). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri, Guntur Sakti mengatakan, Pemerintah Pusat melalui dua operatornya berencana akan mendatangkan 200 yacht (kapal layar) dari Kayong Utara Kalimantan Barat menuju Kepri, 25 Oktober mendatang.

Namun kata Guntur, tidak semua yacht akan sampai tujuan karena faktor cuaca. “Biasanya antara 10 sampai 20 persen saja yang tak sampai,” ungkap Guntur di ruang kerjanya, Kamis (1/6).

Untuk itu lanjut Guntur, Kepri akan menyumbang sebanyak 100 yacht di luar operator nasional. Saat ini Kepri memiliki dua entry point yakni di Nongsa Point Marina (NPM) dan Bandar Bintan Telani Lagoi (BBT).

“Saya sudah surati dua entry point itu. Nanti 60 yacht masuk dari NPM dan 40 yacht dari BBT. Jadi nasional 200 dan Kepri 100 (yacht). Dua entry point itu sudah confom,” jelasnya.

Yacht dari Kayong Utara maupun Kepri kata Guntur, nantinya akan menyatu di depan Pulau Senggarang Besar dan sekitar Pulau Penyengat. Karena Tanjungpinang bukan merupakan entry point dan exit point, maka nantinya perlakukan terhadap yacht oleh pihak navigasi Kota Tanjungpinang direkomendasikan ke lima titik labuh.

“Kenapa di sekitar sana (Senggarang dan Penyengat)? Karena lokasi itu sudah dianggap aman, baik dari aspek kedalaman, cuaca, dan jalur kapal komersial,” beber Guntur.

Targetnya lanjut Guntur, Kepri akan semakin diramaikan oleh kapal-kapal yacht asing, sehingga menjadi embrio untuk menjadikan Kepri sebagai gerbang wisata bahari.

“Nanti kita pasarkan lagi Lingga, Natuna, dan Anambas. Kalau semua sudah tercapai, berarti Kepri nantinya akan punya berbagai jalur pelayaran dunia,” ungkapnya.

Para wisatawan asing ini lanjut Guntur, akan mudah masuk ke Indonesia karena untuk perizinan, Pemerintah Indonesia sudah menerapkan Aplikasi Yacht Registrasi Elektronik System (AYRES)
melalui ponselnya.

“Cukup klik ke negara tujuan, kemudian print dan ditunjukkan ke NPM maupun BBT. Tinggal bilang sudah mendapat izin dari Pemerintah Indonesia. Maka aparat berwenang akan melakukan cek fisik dan selanjutnya dipersilahkan jalan,” jelasnya.

“Sekarang sudah jauh lebih mudah dan cepat. Dan hanya menggunakan hape. Kalau dulu (izin) harus berbulan-bulan, sekarang hanya hitungan jam. Dan kalau ada wisatawan dari Eropa maupun Australia, sudah bebas visa masuk ke Indonesia,” tambahnya.

Guntur berharap, sebelum pulang ke negaranya, para wisatawan asing itu menyaksikan acara puncak festival bahari di Tepi Laut Kota Tanjungpinang dan iven festival laut Tanjungpinang tradisional games, seperi panjat pinang dan perang bantal di laut, 29 Oktober mendatang.

“Kami berharap para wisman ini tidak hanya menyaksikan, tapi ikut terlibat menjadi peserta pesta rakyat itu sehingga mendapatkan kesan saat berada di Kepri,” pungkasnya. (cca/bpos)

Respon Anda?

komentar