Hukuman Ditambah Jadi 7 Tahun, OC Kaligis Ajukan Kasasi

858
Pesona Indonesia
OC Kaligis. Foto: jawapos.com
OC Kaligis. Foto: jawapos.com

batampos.co.id – Bukan main kecewanya OC Kaligis usai keluar putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menambah hukumannya dari lima tahun dan enam bulan menjadi tujuh tahun penjara.

Tak butuh waktu lama, pengacara kondang itu langsung mengajukan kasasi ke PN Jakarfta Pusat.

“Betul (ditolak). Malah sudah ajukan kasasi, sudah buat memori kasasi,” kata Kuasa Hukum OCK, Humphrey Djemat saat dihubungi, Jumat (3/6/2016).

Humphrey mengatakan, kliennya tidak menerima putusan yang dijatuhkan PT DKI tersebut.

Baca Juga: Banding OC Kaligis Ditolak, Malah Dibui 7 Tahun

Selain itu, terdakwa suap ke hakim dan panitera PTUN Medan tersebut juga keberatan lantaran terdakwa lain dalam kasus yang sama divonis dengan hukuman yang lebih ringan. Misalnya, anak buah OCK M Yagari Bhastara serta hakim dan panitera PTUN yang hukumannya di bawah lima tahun penjara.

Gary beserta tiga hakim dan seorang panitera PTUN Medan tersebut memang dicokok KPK lebih dulu dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Juli 2015 lalu. ‎

‎”Bahwa putusan PT itu kita anggap tidak benar, kita menyatakan bahwa Pak OC kan bukan di-OTT, tapi pihak lain,” ujar Humphrey.

Terkait kasasi yang telah diajukan, dia berharap kliennya bisa dijatuhi hukuman seringan-ringannya. Mengingat usia ayah artis Velove Vexia yang sudah lebih dari 70 tahun. ‎‎

PT DKI menolak banding OC Kaligis pada 19 April 2016. Hukumannya diperberat menjadi tujuh tahun. Di pengadilan tingkat pertama, Kaligis divonis lima tahun enam bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan putusan terhadap OC Kaligis pada Desember 2015 lalu. Kaligis divonis hukuman pidana penjara selama lima tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menyatakan OC Kaligis terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyuap hakim dan panitera PTUN Medan. Kaligis bertindak bersama anak buahnya M Yagari Bhastara (Gary), Gubernur nonaktif Sumutera Utara Gator Pujo Nugroho dan istri Gatot, Evy Susanti.

Suap sebesar SGD 5.000 dan USD 27.000 itu diberikan untuk memengaruhi putusan perkara yang digugat Pemprov Sumut ke PTUN Medan. Yaitu terkait penyelidikan dugaan korupsi dana bansos dengan tersangka Gatot Pujo Nugroho. (put/jpg)

Respon Anda?

komentar