Menteri Yuddy : ASN Tidak Disiplin Laporkan

443
Pesona Indonesia
MenPAN RB Yuddy Chrisnandi dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun berdialog dengan masyarakat saat melakukan sidak di RSUD. foto:humas pemprov
MenPAN RB Yuddy Chrisnandi dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun berdialog dengan masyarakat saat melakukan sidak di RSUD. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan RB),Yuddy Chrisnandi menyambangi Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (2/6). Kedatangan Yuddy ke Kepri adalah untuk melakukan supervisi terhadap tata kelola pemerintahan di Provinsi Kepri.

“Kedatangan kami ke Kepri ini adalah untuk melakukan sepervisi terhadap tata kelola pemerintah di Kepri. Apakah sudah perkembangan atau malah sebaliknya,” ujar Yuddy menjawab pertanyaan wartawan di Gedung VIP Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Menurutnya, Kepri baru berganti pimpinan dan bahkan baru dilantik sepekan yang lalu. Tentu kondisi masih sangat segar. Sehingga perlu dikakukan supervisi untuk meningkatkan etos kerja dan tata kelola pemerintahan di Kepri.

“Tata kelola pemerintahan Kepri sudah dapat nilai B. Kalau bisa ditingkatkan lagi menjadi A nilai, minimal BB. Sehingga bisa memotivasi kabupaten/kota yang ada untuk memperbaiki tata kelola pemerintahannya,” jelas Yuddy.

Lebih lanjut katanya, berdasarkan evaluasi terhadap sejumlah daerah, masih lemahnya peran inspektorat daerah. Sehingga perlu penguatan. Karena apabila terus dibiarkan, akan merugikan negara. Seperti menghabiskan anggaran untuk membayar gaji pegawai yang tidak disiplin dan tidak produktif.

“Tidak disiplin dan tidak produktif masuk dalam kuadran rasionalisasi ASN. Tanggungjawab ini yang harus benar-benar diperhatikan oleh inspektorat,” tegas Yuddy.

Masih kata Yuddy, ada sembilan kuadran yang memberikan gambaran didalam sistem kepegawaian. Diringkas menjadi empat kuadran. Menurutnya, itu merupakan profil yang akan menggambarkan kepribadian ASN.

Adapun kuadran tersebut adalah produktif dan kompeten. Ciri-cirinya menghasilkan banyak gagasan, datang cepat, pulang lewat dari jam yang ditentukan. Dalam bertugas melampui batas yang ditentukan, hasil pekerjaannya bagus.

Kuadran kedua, tidak produktif tapi kompeten, dari sisi pendidikan bagus, profesionalisme bagus, tetapi jarang masuk. Artinya salah tempat, sehingga hasil yang dikerjakan juga salah. Misalnya, bukan ahli akuntansi, ditempatkan dibagian keuangan

Selanjutnya adalah tidak produktif dan tidak kompeten, tidak mengerti bekerja, malas, absen banyak. Ditegaskannya, sudah terjadi dan menemukan fakta banyak ASN yang absennya ratusan dalam satu tahun.

“Sampai saat ini, sebanyak 1.500 orang ASN diberhentikan karena pelanggaran disipilin. Kami meminta informasi yang seluas-seluasnya kepada masyarakat. Disiplin harus kita tingkatkan,” paparnya.

Ditambahkannya, rakyat juga senang kalau yang malas diberhetikan. Karena kuatnya tuntutan publik, akan pelayanan pemerintah untuk menjadi baik. Tentu ini, tanggungjawab yang harus diselesaikan dalam beberap waktu kedepan. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar