ASTAGA! Anak Kecemplung ke Air Rebusan Ketupat Mendidih, Ini Fotonya…

1930
Pesona Indonesia
Bocah yang masuk ke dalam rebusan ketupat sate selalu dalam pelukan ibunya. Foto: pekanbarumx/jpg
Bocah yang masuk ke dalam rebusan ketupat sate selalu dalam pelukan ibunya. Foto: pekanbarumx/jpg

batampos.co.id – Intan, 2, anak dari pasangan Rita, 31, dan Ilias, 30, warga Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Siak, Riau, menangis sejadi-jadinya.

Pasalnya, tubuh putri ketiganya itu melepuh terutama di bagian perut setelah kecemplung ke dalam periuk berisi rebusan ketupat yang telah mendidih.

Kini kondisi Intan masih lemah di ruang Anyelir Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Bahkan ia tidak mau lepas dari pelukan ibunya karena masih trauma.

Data yang dihimpun Pekanbaru MX (Jawa Pos Group) menyebutkan, kala itu Rita yang sehari-harinya menjual sate, merebus sisa ketupat yang dijualnya. Setelah ketupat panas direbus, Rita kemudian memindahkan rebusan tersebut ke lantai.

Saat itu juga Rita memasak mie rebus untuk suaminya yang pulang dari kerja bangunan. Sedang asik memasak, tiba-tiba Intan dari belakang ibunya mengarah ke rebusan ketupat yang diletakkan ibunya di bawah.

Naas, Intan yang tidak tahu apa-apa membuka tutup rebusan ketupat, dan ia masuk ke dalam periuk rebusan ketupat itu, Senin (30/1) sekitar pukul 18.30 WIB.

Jeritan Intan yang kesakitan di dalam periuk, sontak membuat ibunya berbalik badan dan melihat anaknya dalam posisi terlungkup di periuk itu. Kemudian Rita meminta tolong suaminya yang saat itu sedang menonton telvisi di ruang tamu.

Kemudian Ilias melompat dari tempat duduknya menuju ke Intan. Ia melihat anaknya mengalami luka bakar di bagian perut. Saat itu juga Ilias membawa anaknya ke klinik terdekat untuk menjalani perawatan awal.

Sekitar satu jam dirawat di klinik maka Intan sudah dapat izin pulang dari dokter. Namun esok paginya Rita kembali melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Perawang untuk mengetahui keadaann putrinya.

Setelah dirawat, kembali pihak puskesmas mengatakan tidak terlalu parah, dan saat itu juga Intan sudah bisa dirawat di rumah kembali. Tapi, karena orang tuanya risau maka setelah beberapa jam dirawat di rumah, maka Intan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru.(jpg)

Respon Anda?

komentar