Orangtua Bayi Kembar Siam Rahma dan Rahmi Nantikan Uluran Tangan Para Dermawan

956
Pengurus Preti Batam dan Penasehat Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Batam, Datok Amat Tantoso melihat sekaligus memberikan bantuan kepada bayi kembar siam Rahma-Rahmi dan orangtua bayi tersebut di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Sabtu (28/5) lalu. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Pengurus Preti Batam dan Penasehat Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Batam, Datok Amat Tantoso melihat sekaligus memberikan bantuan kepada bayi kembar siam Rahma-Rahmi dan orangtua bayi tersebut di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Sabtu (28/5) lalu. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Tak banyak yang dapat dilakukan Junaidi Bakri Ratulolly, ayah kandung bayi kembar siam Rahma Fairuz Maknunia-Rahmi Fahira Nahlanisa.

Bagaimana tidak, pria yang kini tengah menganggur itu tak akan mungkin menanggung biaya operasi yang diperkirakan tembus angka Rp 1,1 miliar. Junaidi sangat berharap bantuan para dermawan untuk buah hati pertamanya itu.

“Uluran tangan kami harapkan. Semoga keduanya (Rahma-Rahmi) sehat, kami mohon doa pada masyarakat Kepri khususnya Batam,” kata Junaidi saat ditemui di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) kemarin (6/3).

Bahkan kini, kebutuhan sehari-hari bergantung pada gaji sang istri, Warmin Bahruddin, yang kini bekerja di pabrik garmen di salah satu kawasan industri di Batamcenter.

Tak bekerja bukan keinginannya, usaha demi usaha dilakukannya tak terhitung sudah berapa lamaran dia tujukan, namun usahanya nihil. Sebelum menganggur dirinya memang menjadi buruh bangunan, namun proyek itu kini telah usai.

“Sekarang kadang ngojek juga, tapi untuk kenalan saja,” ungkapnya.

Semenjak Rahma-Rahmi lahir, terhitung baru tiga kali dia mengantar penumpang. Sebenarnya dia ingin bergabung di pangkalan ojek, tapi keinginan itu kandas, menjadi anggota pangkalan ojek juga perlu uang, hal itulah yang menyurutkan niat pria asal Adonara, Nusa Tenggara Timur ini bergabung di pangkalan ojek.

Saat berbincang dengan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), mata Junaidi berkaca-kaca, apalagi ditanya soal keadaan anaknya, bulir bening begitu jelas terlihat. Namun pertahanan pria itu begitu kuat, bulir itu tak sampai menetes.

“Sedih pastinya melihat anak dengan kondisi ini. Mereka masih kecil tapi yang dihadapinya cukup berat,” ucapnya sedikit terbata-bata.

Kondisi menganggur, itu juga yang membuat dia hingga kini belum punya tempat tinggal sendiri, semua serba sewa, dari menyewa kontrakan di Perumahan Mediterania Batamcenter, numpang di rumah di bilangan Bengkong dan kini dia menempati salah satu kamar di Rusun Fanindo, Batuaji.

“Sekarang tinggal di rusun itu di lantai dua, Blok C1 Nomor 6. Sewa Rp 225 ribu sebulan,”

Kepada para dermawan yang telah membantu tak lupa Junaidi menyampaikan terima kasih. “Saya ucapkan terima kasih. Semoga niat baik mereka dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya. (cr13)

Baca juga:

Bayi Kembar Siam Lengket Lahir di Batam, Butuh Bantuan Biaya Operasi Pemisahan

Bayi Kembar Dempet Perut Ini Harus Dioperasi, Mereka Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Mei, Operasi Kembar Siam Rahma – Rahmi Dilakukan di Batam Dibantu Dokter Surabaya

Operasi Pemisahan Rahma dan Rahmi Menunggu Berat Ideal

Operasi Pemisahan Rahma-Rahmi Dipimpin Dokter dari RSUD Dr Soetomo

Rahma-Rahmi Butuh Biaya Besar, Yuk Bantu!

Fasilitas Mendukung, RSAB Siap Gelar Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

Pengusaha Kepri Amat Tantoso Ajak Warga Bantu Biaya Operasi Kembar Siam Rahma-Rahmi

Pengusaha Valas dan Perempuan Tionghoa Bantu Kembar Siam Rahma-Rahmi

Biaya Operasi Pemisahan Rahma-Rahmi Butuh Rp 1 Miliar, Baru Terkumpul Rp 63 Juta, Yuk Bantu!

Respon Anda?

komentar