Pertamakalinya, Provinsi Kepri Deflasi -0,4 Persen

350
Pesona Indonesia
Kepala BPS Provinsi Kepri, Dumangar Hutahuruk. foto:yusnadi/batampos
Kepala BPS Provinsi Kepri, Dumangar Hutahuruk. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Provinsi Kepulauan Riau mencatat deflasi untuk kali pertama pada tahun 2016 ini. Bulan Mei kemarin, Kepri mengalami deflasi sebesar -0,04 persen. Angka ini merupakan gabungan dari indeks deflasi di Kota Batam sebesar -0,07 persen dan inflasi di Tanjungpinang sebesar 0,11 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Dumangar Hutahuruk menyatakan, dari 23 kota di Sumatera, tercatat tujuh kota mengalami deflasi. “Batam satu di antaranya. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Bungo sebesar -0,91 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Metro sebesar -0,02 persen,” sebutnya, kemarin.

Setidaknya ada enam kelompok pengeluaran yang menyebabkan terjadinya deflasi di Provinsi Kepri Ini. Yakni, kelompok bahan makanan sebesar 0,79 persen, lalu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,56 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 0,02 persen.

Lalu kelompok sandang naik sebesar 0,63 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen. Ada pun kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03 persen. Sementara kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami kenaikan indeks sebesar 0,03 persen.

Lebih lanjut Dumangar menjelaskan, penurunan indeks kelompok bahan makanan merupakan akibat turunnya indeks harga pada enam subkelompok. Indeks subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya turun 0,01 persen; Indeks subkelompok daging dan hasil-hasilnya turun sebesar 1,68 persen; indeks subkelompok ikan segar turun 2,50 persen; indeks subkelompok buah-buahan turun sebesar 0,08 persen; indeks subkelompok bumbu-bumbuan turun sebesar 15,11 persen; dan subkelompok kacang-kacangan turun 0,20 persen.

Sebaliknya subkelompok ikan yang diawetkan naik 0,06 persen; subkelompok sayur-sayuran naik 11,81 persen dan subkelompok telur, susu dan hasilnya naik 2,00 persen; subkelompok lemak dan minyak naik 1,43 persen dan subkelompok bahan makanan lainnya naik 0,20 persen. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar