Relokasi Pelabuhan Kargo Menunggu Kesiapan BUP

620
Pesona Indonesia
pelabuhan Parit Rampak yang dipersiapkan sebagai pelabuhan kargo, menggantikan pelabuhan kargo di Pelabuhan Taman Bunga. foto:tri haryono/batampos
pelabuhan Parit Rampak yang dipersiapkan sebagai pelabuhan kargo, menggantikan pelabuhan kargo di Pelabuhan Taman Bunga. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Wacana relokasi pelabuhan kargo dari Pelabuhan Taman Bunga, Kecamatan Karimun ke Pelabuhan Parit Rempak, Kecamatan Meral, masih menunggu kesiapan Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Sebab, fasilitas maupun administrasinya harus sudah benar-benar siap sesuai dengan aturan berlaku.

”Kalau kita (Pelindo, red), kapan saja siap. Sekarang tergantung BUP Karimun, sudah sejauh mana progres kondisi di pelabuhan kargo parit Rampak,” kata Manajer Umum dan Sumber Daya Manusia PT Pelindo I Persero Cabang Tanjung Balai Karimun Syahrial, Kamis (2/6).

Sesuai kesepakatan bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq, dan PT Karya Karimun Mandiri (KKM) mewakili BUP milik Pemkab Karimun diminta untuk menggesa perbaikan dan peningkatan kapasitas dermaga Pelabuhan Kargo Parit Rempak, Kecamatan Meral. Sebab, kapasitas dermaga pelabuhan tersebut hanya mampu melayani kapal dengan bobot maksimal 600 GT. Sementara kapasitas dermaga Pelabuhan Taman Bunga yang selama ini dikelola PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun lebih besar.

”Jadi kapasitas dermaga Pelabuhan Taman Bunga bisa mencapai 1000 GT. Nah, pihak BUP Karimun sendiri diberi batas waktu tiga bulan untuk memperbaiki struktur dermaga sehingga mampu disandari kapal berbobot lebih besar, atau sama dengan Pelabuhan Taman Bunga,” ungkapnya.

Kemudian, kata Syahrial lagi, selain peningkatan kapasitas dermaga bongkar muat, pihaknya juga berharap agar pengelola Pelabuhan Parit Rampak dalam hal ini BUP Karimun, supaya melengkapi izin operasional pelabuhan bongkar muat.

”Intinya, perizinan harus diperbaharui. Agar ketika relokasi langsung bisa dioperasikan,” jelasnya.

Sementara Dirut BUP Karimun Indrawan Susanto ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya terus mengesa perbaikan fasilitas yang ada di Pelabuhan Parit Rampak. Salah satunya, fokus pembuatan tiang penahan kapal agar dapat menahan kapal-kapal yang akan bersandar nantinya. Jadi, ketika kapal yang berkapasitas besar nantinya bisa bersandar untuk bongkar muat.

Perizinan yang sudah ada saat ini akan dilakukan pembaharuan izin baru. Sesuai dengan aturan yang berlaku, mengingat wilayah Pelabuhan Parit Rampak termasuk kawasan FTZ.

”Dulu sudah ada izin operasi bongkar muat. Karena ada aturan baru, maka kita usulkan perizinan ulang. Ya, dalam proses semualah. Mudah-mudahan tidak lama sudah bisa dilakukan relokasi Pelabuhan Taman Bunga,” katanya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar