Sidak, Disnaker Bintan Temukan 8 TKA Illegal asal China

747
Pesona Indonesia
Delapan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). foto:harry/batampos
Delapan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bintan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), di Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Kamis (2/6) sekitar pukul 13.00 WIB. Dari hasil sidak tersebut didapati ada delapan TKA asal China yang bekerja di perusahaan tersebut tidak mengantongi dokumen keimigrasian atau TKA illegal.

“Saat sidak para TKA sempat berhamburan keluar dari perusahaan. Namun setelah diselidiki, didapati ada delapan TKA tak berdokumen lengkap yang dipekerjakan PT BAI,” ujar Kadisnaker Bintan, Hasfarizal Handra usai menggelar sidak.

Dikatakannya, semenjak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang bebas visa untuk wisatawan dari 169 negara, bintan menjadi lokasi yang sangat rawan dikunjungi TKA ilegal. Untuk mengantisipasinya, Disnaker yang menjadi salah satu Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) terus gencar melakukan pemantauan serta pengawasan TKA keseluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Bintan.

Pemantauan dan pengawasan yang dilakukannya tersebut dengan menggelar sidak di PT BAI. Hasilnya, 30 TKA yang dipekerjakan oleh perusahaan satu-satunya di Bintan yang bergerak dibidang pengelolaan bauksit menjadi biji besi ini delapan diantaranya tidak mengantongi dokumen keimigrasian. Bahkan perusahaan ini juga tidak memiliki Izin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA).

“Sanksi awal yang kita berikan hanya meminta perusahaan itu mendeportasi delapan TKA ke negara asalnya. Kemudian untuk perusahaan yang mempekerjakannya hanya kita berikan teguran tertulis saja,” katanya.

Jika perusahaan tersebut masih mempekerjakaan TKA yang tidak berdokumen lengkap serta tidak mengantongi IMTA. Disnaker akan melakukan upaya hukum dengan melimpahkannya ke kantor imigrasi dan kepolisian.

“Kalau mereka masih ingin masuk dan kembali bekerja wajib mengantongi dokumen keimigrasian. Dan apabila perusahaan ini ingin menggunakan TKA itu lagi juga wajib mengantongi IMTA. Jika tidak mengindahkan prosuder yang berlaku, akan kita tindak tegas,” akunya.

Sementara, salah satu TKA asal Tiongkok yang tidak memiliki dokumen keimigrasian, Akheng mengaku semua persyaratan yang diminta jasa pengguna tenaga kerja di Jakarta sudah dipenuhinya. Sehingga ia merasa tidak memiliki masalah ketika bekerja di PT BAI.

“Saya tak tahu jika ada aturan seperti ini. Setahu saya segala syarat untuk bekerja sudah diserahkan kepada agen yang membawa untuk bekerja di perusahaan ini,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar