Tak Ada Pelanggaran Apapun, Funtasy Island Tetap Beroperasi

2575
Pesona Indonesia
Maket Villa di atas laut di Funtasy Island. Foto:funtasyisland.com
Maket Villa di atas laut di Funtasy Island. Foto:funtasyisland.com

batampos.co.id – Ribut-ribut tetang isu klaim Singapura atas Funtasy Island membuat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menggelar rapat khusus di Jakarta, Kamis (3/6/2016).

“Rapat dihadiri berbagai kementerian/lembaga terkait antara lain: Kemenko Polhukam, dari Kementerian Luar Negeri, Kemendagri, hingga TNI AL, semua hadir,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri usai rapat itu di Jakarta, Kamis (2/62016).

Baca Juga: Funtasy Island Kebanggaan Indonesia

Yusfa menegaskan, Funtasy Island yang berada di Pulau Manis, Belakangpadang, Batam tetap beroperasi seperti biasa. Terkait klaim Singapura atas kawasan ini, hal tersebut dinilai hanya isu saja.

Lebih lanjut Yusfa memaparkan, kawasan Funtasy Island yang dibangun di Pulau Manis beserta enam pulau kecil lainnya tersebut sudah memperoleh sertifikat lahan dari Badan Pertanahan Nasional pada tahun 1999.

“Pada tahun 2013, mulailah pihak pengembang Batam Island Marina, mengembangkan kawasan ini dengan membangun villa, condotel, dan pelabuhan internasional,” jelasnya.

Yusfa melanjutkan, dalam memasarkan propertinya itu, mereka menjalankan aturan sesuai ketentuan hukum di Indonesia. Misalnya, bagi orang asing diberikan hak pakaiĀ  untuk jangka waktu tertentu, tidak diperjual-belikan.

Dalam proses pemasaran ini, khususnya di Singapura, pihak pengelola bekerjasama dengan marketing di Negeri Singa itu.

“Yang perlu dipahami dari sisi wilayah dan segala macam, sebenarnya tak ada persoalan, karena jauh dari garis perbatasan terluar Indonesia, khususnya Batam,” ujar Yusfa.

Sekadar diketahui, pulau Batam sendiri memiliki empat batas pulau terluar, tiga pulau berada di Belakangpadang yaitu Pulau Nipah, Pulau Pelampong, Pulau Batu Berhenti, dan satu pulau berada di Nongsa, yaitu Pulau Putri.

Semua pulau batas terluar ini letaknya jauh dari Pulau Manis, tempat Funtasy Island dibangun.

Peta baru jalur masuk ke Funtasy Island dari Singapura yang sebelumnya warna toska semua, kini sudah diubah jadi warna merah. Sumber: funtasyisland.com
Peta baru jalur masuk ke Funtasy Island dari Singapura yang sebelumnya warna toska semua, kini sudah diubah jadi warna merah. Sumber: funtasyisland.com

Terkait ribut ribut soal isu klaim Singapura atas Funtasy Island, sudah dibantah oleh juru bicara Kementrian Luar Negeri Singapura.

“Mereka justru mengaku bingung atas kabar yang menyebar, mengingat selama ini Singapura tidak pernah mengklaim kawasan Funtasy Island tersebut masuk dalam wilayahnya,” jelas Yusfa.

Baca Juga: Funtasy Island Dilistriki PLN Batam

Yusfa selanjutnya menegaskan, dari sisi kekepariwisataan, Funtasy Island merupakan investasi dan kebanggan nasional. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan Menteri Pariwisata Arif Yahya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keberadaan kawasan pariwisata yang diyakini sebagai eco park terbesar di dunia ini, akan membuat nama Batam kian masyhur ke penjuru dunia dan dengan sendirinya akan membantu menigkatkan angka kunjungan wisatawan ke Batam.

Wisatawan asing pun akan lebih mudah berkunjung ke kawasan tersebut, karena Funtasty Island dilengkapi pelabuhan internasional. “Turis asing dari Singapura, Malaysia dan lainnya bisa langsung ke Pulau Manis,” tutur Yusfa.

Sedangkan bagi wisatawan domestik, bisa menuju pulau ini menggunakan akses dari pelabuhan Sekupang atau akses lain dari seluruh wilayah Kota Batam. (ref/bp)

Respon Anda?

komentar