Wilayah Darat Syria Diblok, Anak-Anak Terancam Kelaparan

478
Pesona Indonesia
Rezim Syiah Suriah Menolak Konvoi Bantuan Ke Daraya Yang Mereka Kepung. Ribuan anak-anak terancam mati kelaparan. Foto: istimewah
Rezim Syiah Suriah Menolak Konvoi Bantuan Ke Daraya Yang Mereka Kepung. Ribuan anak-anak terancam mati kelaparan. Foto: istimewah

batampos.co.id – Krisis kemanusiaan yang terus berlarut di Syria membuat negara-negara barat tergugah. Kamis (2/6/2016), Inggris dan Prancis meminta Dewan Keamanan (DK) PBB segera bertindak.

Caranya, mendistribusikan bantuan lewat udara (airdrops). Sebab distribusi bantuan lewat darat selalu terkendala pertempuran dan blokade.

”Prancis meminta PBB, khususnya World Food Programme (WFP), untuk mulai memberikan bantuan kemanusiaan lewat udara ke area-area yang membutuhkan. Mulai Kota Daraya, Kota Moadamiyeh, hingga Kota Madaya,” kata Francois Delattre, duta besar Prancis untuk PBB. Anak-anak di tiga kota tersebut terancam mati kelaparan.

Karena itu, dia mengimbau PBB segera bertindak. Mengandalkan distribusi bantuan lewat darat, menurut diplomat 52 tahun tersebut, sudah tidak mungkin. Sebab, kiriman bantuan untuk Daraya yang diupayakan sejak 2012 pun baru terkirim pada Rabu (1/6/2016).

Selain Prancis, Inggris meminta DK PBB segera beraksi di Syria. Karena itu, dalam pertemuan darurat yang dijadwalkan, Jumat (3/6/2016), Inggris mendesak DK PBB membahas krisis kemanusiaan Syria secara lebih terperinci. Khususnya tentang skema distribusi bantuan lewat udara. Bulan lalu 20 negara dalam Kelompok Internasional Pendukung Syria (ISSG) juga sudah membahas distribusi bantuan lewat udara.

Meski akhirnya sampai ke tujuan, menurut Inggris, distribusi bantuan lewat darat terlalu lamban. ”Terlalu sedikit, terlalu terlambat,” kata Matthew Rycroft, duta besar Inggris untuk PBB, tentang bantuan yang akhirnya sampai ke Daraya dan Moadamiyeh pada Rabu lalu.

Dia menegaskan bahwa distribusi bantuan ke kota-kota yang terkepung pertempuran sudah saatnya beralih lewat jalur udara.

Data PBB menyebutkan, sampai saat ini, ada 592.000 warga sipil yang terjebak pertempuran di Syria. Rata-rata, mereka tinggal di kota-kota yang dikuasai pasukan Pemerintah Syria.

Sementara itu, lebih dari 4 juta warga Syria lainnya terpaksa bertahan di area terpencil yang tidak terjangkau bantuan. (AFP/Reuters/CNN/hep/c20/any)

Respon Anda?

komentar