19 Pedagang Kaki Lima Ditertibkan Satpol PP di Coastal Area

541
Pesona Indonesia
Mulai pintu gerbang Coastal Area hingga tugu MTQ, dilarang berjualan bagi pedagang kakilima yang menggunakan mobiler. foto:tri haryono/batampos
Mulai pintu gerbang Coastal Area hingga tugu MTQ, dilarang berjualan bagi pedagang kakilima yang menggunakan mobil. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karimun, beberapa waktu lalu melakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima yang menggunakan mobil di tepi jalan Coastal Area. Dimana sebelumnya, sudah dilakukan penertiban dan pendataan terhadap para pedagang tersebut sebanyak 28 pedagang. Penertiban tersebut bertujuan, untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke Coastal Area pada sore hari.

”Benar, beberapa waktu lalu sudah kita tertibkan para pedagang tersebut. Ada 19 pedagang yang membuat surat pernyataan, bahwa mereka siap tidak berjualan ditempat yang dilarang,” jelas Kasat Pol PP Karimun, Zefriddin didampingi Kasubid Opsdal Rudi di ruang kerjanya, kemarin (3/6).

Dijelaskannya, penertiban tersebut berdasarkan Permendagri no 41 tahun 2012 tentang pedoman penataan pemberdayaan pedagang kaki lima dan Perda Kabupaten Karimun No 2 tahun 2005, tentang pengelolaan pertamanan dan kebersihan serta surat Bupati tertanggal 24 Mei 2016 No 114/PEMB/V/2016 tentang penertiban pedagang kaki lima di Coastal Area.

Dengan demikian, sebanyak 19 pedagang tersebut diberi waktu tenggang 15 hari kemudian supaya pindah berjualan yang telah ditentukan. Sementara sisanya, para pedagang tidak ada kelihatan berjualan di Coastal Area. Sedangkan, bagi para pedagang yang akan berjualan dipersilahkan didepan tugu MTQ ke arah Tebing, sesuai dengan surat Bupati Karimun.

” Alhamdulillah, saat penertiban tidak ada masalah. Dan mereka bersyukur, bahwa lokasi untuk berjualan sudah jelas tempatnya,” ucapnya.

Kata Zefridin lagi, kenapa penertiban diberi waktu hanya 15 hari. Sebab, sesuai dengan Standar Pelayanan Minimun (SPM) Satpol PP. Dan, apabila setelah 15 hari yang telah ditentukan para pedagang yang masih membandel akan diberikan Surat Peringatan (SP) pertama. Kemudian, apabila masih membandel tetap akan diberikan SP kedua dan ketiga. Namun, masih tetap membandel juga akan diproses melalui jalur hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

” Mudah-mudahan, mereka mengikuti peraturan. Kan masih ada waktu, kita berikan tempat untuk berjualan,” timbal Rudi.

Sementara salah seorang pedagang mengatakan, bahwa pihaknya merasa lega ada kejelasan dimana lokasi berjualan yang tepat. Sebab, selama ini dirinya merasa was-was berjualan di Coastal Area takut terjaring razia oleh Satpol PP.

” Nah, beginilah bang. Kan, jelas aturan mainnya. Jadi kita berjualan nyaman di Coastal Area,” singkatnya yang tidak mau disebutkan namanya sambil melayani pembeli.

Pantauan dilapangan, mulai gerbang masuk Coastal Area sudah terlihat berkurang dari pedagang kaki lima yang menggunakan mobil.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar