Aparatur Negara Jangan Asal Kerja Ya!

766
Pesona Indonesia
MenPAN RB Yuddy Chrisnandi saat membuka Forum Koordinasi, Komunikasi dan Konsultasi Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (FORKA3PAN-RB) dilingkup Pemerintah Kepulauan Riau, Jumat (3/6) di Aula kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang. foto:humas pemprov
MenPAN RB Yuddy Chrisnandi saat membuka Forum Koordinasi, Komunikasi dan Konsultasi Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (FORKA3PAN-RB) dilingkup Pemerintah Kepulauan Riau, Jumat (3/6) di Aula kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi menegaskan, bahwa peringkatan profesionalisme Aparatus Sipil Negara (ASN) merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Dan kini sudah tidak bisa lagi mentolerir ASN yang “asal kerja”.

“Setiap saat, ASN dituntut untuk memberikan kontribusi kinerja yang jelas dan terukur kepada organisasinya. Adapun dengan profesionalisme yang baik, maka akan terwujud standarisasi kompetensin sehingga dengan jabatan yang sama di berbagai daerah akan memiliki kualitas dan kapasitas yang setara,” ini disampaikan Yuddy dalam catatan pidatonya saat membuka Forum Koordinasi, Komunikasi dan Konsultasi Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (FORKA3PAN-RB) dilingkup Pemerintah Kepulauan Riau, Jumat (3/6) di Aula kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang.

Dijelaskan Yuddy, kesetaraan kompetensi ini bertujuan agar tidak ada lagi ketimpangan kualitas ASN di pusat dan daerah, pulau Jawa dan luar Jawa, antara Indonesia bagian barat dan timur maupun antar kota maupun kabupaten. Dengan demikian memungkinkan setiap ASN ditugaskan diberbagai instansi dan wilayah Republik Indonesia sesuai dengan kebutuhan sehingga pada akhirnya ASN mampu menjadi perekat pemersatu bangsa demi tegaknya NKRI.

“Setiap aparatur memiliki kontribusi yang jelas terhadap kinerja unit kerja terkecil, satuan unit kerja di atasannya hingga pada organisasi secara keseluruhan. Dan setiap instansi Pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsinya, juga harus memiliki kontribusi yang terukur terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan,” jelas Yuddy.

Pada kesempatan ini, Yuddy juga menjabarkan esensi dari apa yang ingin dicapai dari Reformasi Birokrasi, yakni untuk menjamin dan memastikan penyelenggaraan pemerintah yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kemudian menjamin dan memastikan kinerja yang efektif dan efisien, yakni kerja yang tepat dalam menggunakan anggaran serta tidak boros, serta menjamin dan memastikan pelayanan publik yg semakin baik dari waktu ke waktu.

“Semua aparatur negara tanpa terkecuali harus menjalankan perannya masing-masing dengan baik. Jika tidak, percuma saja masyarakat memiliki aparat. Seperti TNI dan Polri harus bisa mewujudkan rasa aman dan nyaman dengan cara memberikan pengayoman kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat bisa merasakan keberadaan aparat dan mereka nyaman. Begitu juga dengan Pemerintahan, harus berfungsi dengan baik memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya lagi.

Semua instansi, baik TNI, POLRI, BIN, Kehakiman, BPN, Rumah sakit, Bandara, Pelabuhan dan apapun bentuknya, ditegaskan Yuddy memiliki fungsi masing-masing dalam melayani masyarakat.

“Ingat esensi Pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada rakyat. Kebahagiaan yang dirasakan rakyat harus dibarengi degnan rasa aman. Jadi intinya pemerintah adalah untk melengkapi kebah agiaan rakyat. Untuk itulah perlu adanya standard pelayanan publik berdasarkan kompetensi dari tingkat pusat sampai ke daerah,” papar Yuddy.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun pada kesempatan ini juga mengatakan bahwa profesionalitas pegawai memang sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan global saat ini. Pegawai harus bekerja keras dalam menghadapi persaingan, dan pada akhirnya Indonesia, khususnya Kepri harus keluar sebagai pemenang dalam persaingan ini.

“Presiden mengingatkan saya pada saat pelantikan, yakni jangan ada proyek yang telat di Kepri, jangan hanya menerima laporan dengan duduk di belakang meja, bangun terus infrastruktur apapun kondisinya, dan terakhir kita harus menjadi pemenang dalam persaingan global ini,” kata Nurdin.

Sebagai bangsa besar, lanjut Nurdin, jika kita kalah dalam bersaing jangn menyalahkan alam dan lingkungan, namun diri sendirilah yang patut disalahkan.

“Kekayaan alam kita berlimpah. Tinggal SDM aja yang perlu kita kuatkan terus untuk mengolah,” tutup Nurdin.

Hadir juga dalam kegiatan FORKA3PAN-RB ini, Bupati Natuna Hamid Rizal, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Kepala Badan Intelijen Daerah Kepulauan Riau Julius Sitanggang.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar