DPRD Dorong Pemprov Kepri Manfaatkan Laut untuk Dulang Duit

754
Pesona Indonesia

Bunaken-di-Manadobatampos.co.id – Kondisi anggaran belanja dan pendapatan daerah yang defisit selama dua tahun belakangan, diharapkan tak berkelanjutan.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Iskandarsyah menyatakan, Provinsi Kepri masih punya banyak potensi yang bisa digali sebagai sumber pendulang pendapatan asli daerah (PAD).

“Sektor maritim dalam pengamatan saya bisa jadi pendulang utama PAD,” kata Iskandarsyah, kemarin.

Potensi di bidang kemaritiman, sambung Iskandarsyah, adalah yang paling realistis. Namun, diperlukan kegigihan untuk mulai membangunnya. Semisal mulai melakukan pembenahan di pelbagai sektor. Baik itu kualitas sumber daya manusianya maupun sarana-prasarana penunjangnya.

“Memangnya jalannya masih panjang, tapi itu sesuatu yang sangat mungkin dilakukan. Ada banyak ikan di laut Kepri, belum lagi posisi strategis laut kita di Batam yang bisa memungut retribusi kapal labuh jangkar,” ujar politisi asal Partai Keadilan Sejahtera ini.

Iskandarayah menambahkan, bahwasanya untuk menanggulangi defisit hanya ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, kata dia, adalah mengurangi pengeluaran yang artinya adalah memangkas sejumlah program pembangunan yang bisa ditunda. Sementara opsi kedua adalah menambah jumlah pendapatan.

“Kalau saya lebih setuju fokus di opsi kedua. Sehingga tidak banyak yang terkorbankan akibat defisit ini,” kata Iskandarsyah.

Melirik optimalisasi sektor kemaritiman juga disepakati Sirajudin Nur, anggota legislatif dari fraksi PKB. Ia mengatakan, kondisi geografis Provinsi Kepulauan Riau yang 96 persen lebih di antaranya berupa laut, mesti menjadi sumber penghidupan dan pengerek ekonomi yang signifikan.

Sirajudin meyakini pandangan sedemikian. “Kelautan dan perikanan ini tidak menawarkan pilihan untuk diabaikan. Ini harus benar-benar diperhatikan,” kata Sirajudin, kemarin.

Optimalisasi sektor kelautan dan perikanan diyakini Sirajudin bakal menjadi sebuah sektor strategis dalam peta besar pembangunan Provinsi Kepri di tahun-tahun hadapan. Ketika sektor pendulang pendapatan asli daerah yang lain mulai lesu, Sirajudin menegaskan, sektor kelautan dan perikanan adalah pengecualian.

Namun, menuju ke sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing sekaligus produktif mendulang pendapatan, ada banyak hal yang mesti segera digesa.

“Mulai dari sumber daya manusianya, sampai dengan regulasi-regulasi terkait. Laut Kepri yang begitu luas jangan lagi dianggap pemisah. Tapi ini adalah perekat dan kekayaan kita,” tegasnya.

Pada pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemprov Kepri tahun 2015 yang disampaikan beberapa waktu lalu, Sirajudin menggarisbawahi sektor perikanan dan kelautan, yang memang melalui sejumlah indikator belum mencapai tahap yang diinginkan. Satu tolok ukur produk domestik bruto (PDRB), misalnya. Dari yang yang harusnya bisa tercapai 7.5 di tahun kerja 2015, nyatanya hanya mampu membukukan 3.4 saja.

“Hanya separo lho yang berhasil dilakukan. Tentu, kami mencatat itu sebagai target yang belum tunai,” kata anggota legislatif yang juga Ketua Panitia Khusus pembahasan LKPj Pemprov Kepri 2015 ini.

Bila nantinya, PDRB suda mencapai target yang dicanangkan, Sirajudin menilai, Provinsi Kepri bakal menjadi berdikari di atas sektor kelautan dan perikanan.

“Ini mesin ekonomi yang memang belum dimainkan sekencang-kencangnya,” pungkasnya. (aya)

 

Baca: BI Dorong Kepri Seriusi Bisnis Pariwisata dan Maritim

Respon Anda?

komentar