Dua Tersangka Korupsi Bansos Natuna Segera Jalani Persidangan

745
Pesona Indonesia
Anggota Ditkrimsus Polda Kepri menggiring tersangka kasus korupsi dana bansos Kabupaten Natuna, ketua LSM Badan Perjuangan (BP) Migas, M Nazir, Kamis (14/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Anggota Ditkrimsus Polda Kepri menggiring tersangka kasus korupsi dana bansos Kabupaten Natuna, ketua LSM Badan Perjuangan (BP) Migas, M Nazir, Kamis (14/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus korupsi bantuan sosial LSM BP Migas senilai Rp 3,25 miliar memasuki babak baru. Berkas kasus tersebut sudah dinyatakan sudah lengkap oleh pihak kejaksaan. Dan tak berapa lama, kasus ini akan segera memasuki persidangan.

“Berkas M Nazir dan Erianto sudah P21,” kata Kasubdit III Tipidkor Polda Kepri, AKBP Arif Budiman, kemarin.

Mengenai penyerahan kedua tersangka beserta barang buktinya, Arif menyebutkan pada minggu depan keduanya akan diserahkan ke pihak kejaksaan. “Tahap duanya minggu depan,” ucapnya singkat.

Apakah pengusutan kasus Bansos Natuna sudah selesai? Arif mengatakan penyidikan kasus ini masih berlanjut. Pihaknya masih terus mempelajari berkas dan barang bukti yang ada. Sebab ada dugaan pihak lain yang terlibat. “Pokoknya tunggu saja bro,” ungkapnya.

Mengenai dugaan penggelapan uang bansos tersebut, dilakukan oleh dua orang tersangka itu pada APBD Natuna tahun 2011, 2012, dan 2013. Rentang waktu tiga tahun tersebut, terjadi sebanyak empat kali pencairan terhadap LSM BP Migas. Keseluruhan uang dicairkan tersebut sebanyak Rp 4,45 miliar. Tapi dalam perjalanannya, uang tersebut hanya sebanyak Rp 1,2 miliar saja yang dipertanggungjawabkan.

Lalu kemana Rp 3,25 miliar lagi? Mengenai hal ini, Arif mengatakan pada beberapa waktu lalu. Ada dugaan uang negara tersebut mengalir ke kantong-kantong pribadi para tersangka. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar