Lapor Jika Ada Perusahaan Tak Bayar THR

1649
Pesona Indonesia
(ilustrasi)
(ilustrasi)

batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lingga, H Muslim, berharap kepada seluruh pengusaha yang ada di Kabupaten Lingga untuk membayar tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja dan buruh paling lama satu minggu sebelum lebaran. Dia juga menyarankan kepada pekerja agar melaporkan ke dinas yang dipimpinnya jika ada perusahaan yang tidak membayar THR.

Hal ini juga berlaku kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mendapat gaji ke-14. Selain itu, Tenaga Harian Lepas (THL) tergantung kebijakan kantor masing-masing, sedangkan kepada pegawai yang telah melekat akan mendapat tunjangan sebesar Rp 2 juta.

“Kewajiban pembayaran THR ini juga berlaku kepada karyawan yang telah masuk bekerja walau terhitung satu bulan hingga hari besar tiba,” ujar Muslim ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/6) pagi.

Muslim menambahkan, kewajiban pemberian tunjangan ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja dan buruh di perusahaan. Sedangkan untuk angka tunjangan yang mesti diserahkan kepada pekerja harus sesuai dengan UMK yang berlaku.

Namun Muslim menjelaskan, sebanyak 39 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Lingga saat ini tidak semua perusahaan tersebut dalam kategori perusahaan besar dan bonafit. Karenanya penetapan besaran THR bagi perusahaan kecil seharusnya melalui kesepakatan Bipartit yakni antara pengusaha dan pihak pekerja.

“Biasanya di Kabupaten Lingga seperti tahun-tahun yang lewat, perusahaan yang berskala kecil tetap mengeluarkan tunjangan hari raya keagamaan sesuai dengan kesepakatan,” ujar Muslim.

Walau demikian Muslim menegaskan akan menindak perusahaan yang tidak mengeluarkan biaya tunjangan hari raya keagamaan kepada pekerjanya jika ada laporan yang masuk ke meja kerjanya. Untuk itu, Muslim menyarankan kepada pekerja agar melapor ke Dinsosnakertrans karena hal tersebut telah melanggar peraturan yang ada.

Terkait mutu tenaga kerja yang ada di Kabupaten Lingga menghadapi MEA kedepan, Muslim mengatakan, akibat belulm adanya perusahaan yang besar dengan taraf nasional atau internasional yang beroperasi di Tanah Bunda Melayu ini sehingga belum berdampak kepada mutu tenaga kerja yang ada. Walau demikian, Dinsosnakertrans Kabupaten Lingga terus menggandeng Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri untuk melakukan sejumlah pelatihan. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar