THM Hanya Boleh Buka Setelah Pukul 21.00

1286
Pesona Indonesia
Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat. foto:tri haryono/batampos
Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat menegaskan kepada para pengusaha hiburan agar mematuhi jam operasional selama bulan suci Ramadan 1437 H. Hal tersebut, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2011 tentang perubahan kedua atas Peraturan Daerah Nomor 05 tahun 2005 tentang penyelenggaraan usaha kepariwisataan. Apabila pelaku usaha tersebut melanggar Perda, akan terancam pidana kurungan selama enam bulan dan denda Rp 50 juta.

”Saya harap pelaku usaha harus ikut aturan main tentang Tempat Hiburan Malam (THM). Selama bulan suci Ramadan, agar umat muslim yang menjalankan ibadah puasa dengan khusus. Apalagi pada malam hari, mereka melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah,” jelasnya, di Tanjungbalai Karimun, kemarin (3/6).

Dalam Perda tersebut, pada pasal 6 ayat 2 huruf h, berbunyi menjalankan pemberhentian(mengoperasikan) tempat hiburan berlaku tiga hari pada awal bulan suci Ramadan, tiga hari pada pertengahan bulan suci Ramadan tepatnya dalam memperingati Nuzulul Quran. Dan satu hari sebelum dan satu hari sesudah hari raya Idul Fitri.

Sedangkan, pada pasal yang sama huruf i, menjalankan pengoperasian kegiatan usahanya di bulan suci Ramadan untuk usaha pariwisata seperti klab malam, diskotek, karaoke, pub dari jam 03.00 WIB sampai dengan jam 21.00 WIB, termasuk hotel berbintang.

”Nah, itu sudah jelas aturannya. Sebab, Perda tersebut sudah berlaku sejak beberapa tahun lalu. Artinya, pelaku usaha sudah paham bagaimana menjalankan usahanya selama bulan suci Ramadan,” tegasnya.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat Karimun, Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB) Karimun Datok Azman Zainal saat dimintai tanggapannya mengungkapkan, bahwa pelaku usaha hiburan harus mentaati Perda yang telah diberlakukan di bumi berazam. Tidak ada alasan lagi, bagi pengusaha apalagi diam-diam membuka usahanya.

“Intinya, mari kita sama-sama menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Dan menjaga toleransi demi kedamaian, semua elemen masyarakat termasuk para pelaku usaha hiburan malam,” ungkapnya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar