Tinggalkan Budaya ‘Asal Bapak Senang’

889
Pesona Indonesia
Wakil Bupati Lingga M Nizar. foto:wijaya satria/batampos
Wakil Bupati Lingga M Nizar. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Jelang 100 hari kerjanya, Bupati dan Wakil Bupati Lingga, Alias Wello dan Muhammad Nizar, sosialisasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental. Penerapan budaya disiplin dikalangan aparatur sipil negara di pemerintah menjadi spirit besar pembangunan Lingga kedepan yang lebih baik terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

M Nizar, Wakil Bupati Lingga dalam sosialisasi yang digelar di Aula Junjungan Negeri Daik Lingga, Kamis (2/6), mengatakan bahwa budaya “asal bapak senang” yang diterapkan selama ini, harus segera ditinggalkan. Semua pihak harus kerja bahu membahu menyatukan visi membawa Kabupaten Lingga menjadi Kabupaten Terbilang 2020.

“Melalui sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental ini, diharapkan para pegawai di Lingkungan Pemkab Lingga dapat termotivasi untuk melaksanakan tugas dan melayani masyarakat dengan maksimal,” ungkapnya kemarin di Daik.

Gerakan revoluasi mental yang ditujukan khususnya bagi pejabat eselon II, III, dan IV tersebut, lanjut Nizar, sebenarnya telah dicontohkan oleh Bupati Lingga Alias Wello, sejak memimpin negari Bunda Tanah Melayu. Sosok kepemimpinan Bupati Lingga yang ikut berlumpur saat membuka lahan persawahan di Desa Sungai Besar dan kedisiplinan dalam setiap kegiatan yang diikuti perlu menjadi contoh.

“Sikap disiplin dan kerja keras yang ditunjukan ini, perlu dikembangkan semua pejabat dan pegawai di Lingkungan Pemkab Lingga serta elemen masyarakat lainnya,” jelas Nizar.

Dalam membentuk revolusi mental, Pemkab Lingga akan bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lain untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Saya sangat berharap para pejabat yang ikut kegiatan ini, tidak hanya asal ikut, namun ada perubahan kearah lebih baik. Nara sumber juga saya harap bisa memberikan pencerahan,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar