Warga Terkejut Tarif Parkir Pelabuhan SBP Naik

1296
Pesona Indonesia
Parkir di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos
Parkir di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Sejumlah warga Tanjungpinang terkejut ketika mengetahui tarif parkir di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang sudah naik tanpa sosialisasi dan tidak adanya papan pengumuman di area pelabuhan tersebut.

Salah seorang warga, Yuni Anggela (27), mengatakan ia tidak masalah tarif parkir tersebut naik. Tetapi pihak pengelola harusnya membuat papan pengumuman agar masyarakat tidak terkejut ketika membayar parkir di pintu keluar pelabuhan.

”Saya terkejut, tidak sampai lima menit di dalam pelabuhan pas bayar parkir di pintu keluar tarifnya sudah naik,” ujar Yuni, Jumat (3/5).

Yuni pun mengkritisi kebijakan dari PT Pelindo I cabang Tanjungpinang tersebut. Hal tersebut lantaran, pengelola pelabuhan tersebut dinilainya belum memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

”Biasanya satu jam pertama itu tarif parkirnya Rp 2 ribu. Ini baru lima menit sudah harus bayar Rp 3 ribu. Mau parkir aja susah di dalam pelabuhan itu,” kata Yuni.

Sebelumnya, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, tidak setuju tarif parkir di Pelabuhan SBP naik. Hal tersebut karena menurut Lis, Pelindo belum memberikan pelayanan yang prima. ”Kalau di paksakan juga, akan jadi masalah,”ujar Lis, belum lama ini.

Pelindo, kata Lis, harus terlebih dahulu melakukan pembenahan Pelabuhan SBP baru berbicara untung dan rugi.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Syahrial mengatakan sebelumnya, telah memanggil pihak Pelindo. Namun, pemanggilan tersebut tidak di gubris. Selain itu pihaknya juga akan melaporkan kinerja PT Pelindo I Tanjungpinang kepada BUMN dan DPR RI.

”Kami juga akan meminta kepada pemerintah pusat untuk menyetujui Pemerintah Daerah mengambil aset yang dikelola Pelindo. Selain itu, kami meminta Pemerintah Pusat menyerahkan aset. Kami juga menginginkan PT Pelindo Tanjungpinang diusir dari Tanjungpinang,” katanya belum lama ini.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar