Diiringi Takbir, Puluhan Dai dan Dai’ah Hidayatullah Batam Disebar ke Pelosok Nusantara

3647
Pesona Indonesia
Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. H Nasirul Haq, MA melepas para dai ditandai dengan penyematan sorban disaksikan oleh Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur dan Pimpinan Yayasan Hidayatullah Batam, Ustaz Khoirul Amri. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. H Nasirul Haq, MA melepas para dai ditandai dengan penyematan sorban disaksikan oleh Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur dan Ustaz Khoirul Amri. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Suara takbir menggema di Masjid Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, Batuaji, Sabtu (4/6). Takbir itu sengaja dikumandangkan para ustaz dan para santri yang hadir untuk mengiringi pelepasan dai dan dai’ah lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hidayatullah Batam untuk berdakwah ke penjuru Nusantara.

“Para dai dan dai’ah yang kita lepas ini sudah mendapatkan pembekalan. Baik itu bekal ilmu juga bekal semangat, nilai ketauhidan, iman dan Islam serta keyakinan dan tekad yang kuat,” kata Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur.

Lebih lanjut Jamaludin mengatakan, bahwa bekal tersebut merupakan bekal utama bagi setiap kader yang berdakwah di seluruh pelosok negeri ini.

“Yakin kan pada diri apabila kita menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolong kita. Bertahan saja di tempat tugas, Insha Allah, janji Allah pasti akan nyata hasilnya. Para dai dan dai’ah hendaknya memiliki loyalitas yang tinggi. Jangan khawatir serahkan semuanya pada Allah. Berkaryalah di sana, jaga kepercayaan, berikan penguatan, keteladanan dan contoh yang baik. Lakukan yang terbaik untuk umat, agama, dan bangsa. Yakin bisa sukses,” pesan Jamal.

Jamaludin mengungkapkan, bahwa penugasan para dai dan dai’ah ini merupakan wujud kepedulian Pesantren Hidayatullah untuk ikut meningkatkan pengetahuan-pengetahuan agama kepada umat di pelosok Nusantara dalam usaha mencerdaskan anak-anak Indonesia yang santun dan berakhlak mulia.

“Kita membawa misi dakwah yang sejuk, familiar. Kalau memang belum paham tentang Islam, kita ajak sharing. Kita tidak boleh asal menuduh orang lain kafir atau bid’ah karena bisa jadi informasi tentang Islam memang belum sampai padanya. Untuk itu kita hadir sebagai perantara dengan penuh kesejukan untuk sampainya hidayah itu,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. H Nasirul Haq, MA mengungkapkan, setiap dai dan dai’ah Hidayatullah yang akan ditugaskan harus benar-benar siap di manapun mereka ditugaskan.

“Saya yakin para dai dan dai’ah yang ditugaskan benar-benar sudah siap untuk mengemban tugas dakwah ini. Insha Allah dengan pertolongan Allah serta diiringi dengan kemampuan akademis yang baik, memiliki karakter berkualitas, para dai dan dai’ah akan mampu menjadi pemimpin yang bisa diteladani umat,” ujarnya.

Pelepasan para dai dan dai’ah tersebut ditandai dengan pembacaan ikrar dan penyematan sorban kepada para dai. adapun para dai tersebut akan ditugaskan di Batam, Lampung, Aceh, Lingga, Bintan, Anambas, Tanjungbalai Karimun, Kalimantan, Lubuk Linggau, dan Papua.

Nashirul berpesan bahwa dalam berdakwah jangan pernah menyerah sebelum berjuang. Sebab, katanya, Allah bersama umat yang bertawakal.

“Tidak usah sedih terutama yang ditempatkan di wilayah Papua. Meski banyak bayangan bahwa Papua keras, tetapi itu tergantung manusianya yang bisa menempatkan diri dengan baik. Islam di Papua adalah agama minoritas. Tetapi, Islam bisa diterima disana,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Tarmidi dalam sambutannya berpesan kepada para dai dan dai’ah yang ditugaskan agar membangun silaturahmi antar umat dalam rangka ukhuwah sehingga terjamin ketertiban, kelancaran dan keamanan di dalam bertugas, membangun kerjasama dengan bergotong-royong demi majunya daerah.

“Dan yang paling penting sampaikan dakwah ini dengan santun dan penuh hikmah, jadilah dai dan dai’ah yang melayani dan mengayomi masyarakat dengan tidak menggurui, hindari sekecil mungkin akan khilafiyah dan jidal (perbedaan dan perdebatan, red). Dakwah ini adalah amanah yang mulia maka harus diiringi dengan hati yang tulus , ikhlas dan tanpa pamrih. Saya selaku pribadi dan mewakili pemerintah sangat mendukung program ini, semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan dan bimbingan Allah,” ujarnya. (cr14)

Respon Anda?

komentar