Tangis dan Derita Ribuan Anak Fallujah

2064
Anak-anak di Fallujah, Irak, bertahan hidup di tengah kecamuk perang. Foto: istimewah/UN
Anak-anak di Fallujah, Irak, bertahan hidup di tengah kecamuk perang. Foto: istimewah/UN

batampos.co.id – Jadi medan pertempuran sengit saat Amerika melakukan agresi ke Irak, lalu kini dikuasai ISIS, menjadikan kota kecil Fallujah kini berselimut ketakutan.

Yang  paling menderita adalah anak-anak. Terdapat sekitar 50 ribu warga sipil yang terjebak di Fallujah. Sebanyak 20 ribu di antara mereka adalah anak-anak.  Bahan makanan mulai langka di kota itu.

Kalaupun ada, harganya naik luar biasa. Misalnya, 1 kilogram beras dijual USD 40 (Rp 539 ribu). Harga yang tidak bisa dijangkau oleh sebagian besar penduduk.

Dokter-dokter mendukung ISIS. Pasien yang sakit tidak diobati, melainkan langsung diamputasi bagian tubuhnya yang sakit.

Tidak semua orang kuat menanggung derita itu. The Times melaporkan bahwa sebagian penduduk akhirnya memilih bu­nuh diri. Ada juga yang membunuh anak-anaknya agar tidak lagi merasakan penderitaan.

“Saya bersumpah atas nama Tuhan, beberapa di antara mereka (penduduk Fallujah Red) menenggelamkan anak-anaknya. Beberapa lagi meninggalkan anak-anaknya di jalan begitu saja karena mereka sudah tidak punya makanan lagi,” terang seorang perempuan Irak yang berhasil lari dari Fallujah.

Nasib anak-anak memang sulit dipertahankan di kota itu. Awal Januari lalu sepuluh bocah yang berusia di bawah 12 tahun dieksekusi karena melarikan diri dari kamp pelatihan ISIS. Setiap hari adalah kengerian tiada akhir.

“Tidak ada yang berani menolong. Jika ada yang membela, mereka juga akan dibunuh,” ujar salah seorang penduduk Fallujah yang berhasil dihubungi FoxNews.  (AFP/FoxNews/Rudaw/IBI Times/sha/c4/any/flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar