Badai Porak-Porandakan Pantai Timur Australia

575
Pesona Indonesia
Mobil terjungkal diterjang badai di Sydney Australia. Foto: radioaustralia.net.au
Mobil terjungkal diterjang badai di Sydney Australia. Foto: radioaustralia.net.au

batampos.co.id – Pantai Timur New South Wales (NSW) Australia porak-poranda diterjang badai sejak Sabtu (4/6/2016). Puluhan pohon tumbang dan bangunan rusak. Bahkan listrik putus.

Badai tersebut berlanjut pada Minggu (5/6/2016) dan kekuatannya luar biasa. Badan Meteorologi Australia mencatat badai itu berkekuatan 90–125 kilometer per jam.

Akibatnya, dua landasan pacu di Bandara Sydney ditutup. Penutupan itu berimbas pada penerbangan domestik maupun internasional.

Badai tersebut muncul kali pertama di Queensland Sabtu lalu sebelum akhirnya menuju wilayah NSW.

Badan Penanggulangan Bencana (SES) Australia sudah meminta penduduk di daerah-daerah yang rendah di NSW segera mengungsi.Sebab, banjir mungkin cukup tinggi.

Sejauh ini, ada sekitar 500 orang yang telah dievakuasi di NSW. Termasuk mahasiswa di Sydney Academy of Sport and Recreation serta orang-orang di North Narrabeen Caravan Park.

’’Jangan menunda proses evakuasi. Jalanan akan padat atau bahkan ditutup. Kalian nanti bisa terjebak dan membutuhkan bantuan penyelamatan. Tetap tinggal di area yang banjir itu berbahaya dan menempatkan hidup kalian dalam risiko,’’ ujar pihak SES.

Mereka meminta penduduk yang akan dievakuasi sudah mengepak obat-obatan, baju untuk tiga hari, serta mematikan saluran listrik dan gas di rumah masing-masing. Tim penyelamat sudah mengevakuasi banyak pengendara dari jalanan yang macet karena air terus meninggi. Mereka juga tengah mencari sebuah mobil yang dilaporkan terbawa arus banjir di Sydney. Tidak diketahui berada orang di dalam mobil tersebut.

Komisioner SES NSW Greg Newton meminta para pengendara menghindari area banjir karena terlalu berbahaya jika diterjang. Terlebih, pengendara lain bisa saja mengikuti langkah mereka dan ikut terjebak.

’’Sederhana saja, jauhi (area banjir) dan tetaplah hidup. Itu sudah sangat jelas,’’ tegasnya.

Penduduk juga diminta tidak keluar rumah jika bukan untuk urusan yang sangat penting. Badai yang melanda NSW memang disertai hujan yang sangat lebat serta ombak yang cukup tinggi. Sejak Sabtu hingga Minggu pagi, curah hujan mencapai 100–200 milimeter. Di wilayah Wooli River bahkan mencapai 469 milimeter.

Ombak yang sangat besar di sepanjang pantai Sydney juga dibarengi dengan laut pasang. Itu mengakibatkan erosi yang sangat parah dalam tiga dekade belakangan. Ombak saat badai biasanya hanya 3 meter. Namun, sepanjang akhir pekan ombak  bisa mencapai 13 meter. Di Botany Bay, ombak telah mencapai 12 meter. Kondisi itu mengakibatkan banjir air laut di area sekitarnya.

Penduduk yang panik terus-menerus menelepon call center SES. Sejak Sabtu mereka menerima 5.500 panggilan untuk bantuan darurat dan 120 panggilan untuk penyelamatan banjir. Separo panggilan penyelamatan itu berasal dari pengemudi yang terjebak banjir. Sebagian lainnya meminta bantuan karena kantong pasir untuk menangkal banjir dan berbagai permintaan pertolongan lainnya. SES meminta penduduk tidak panik.

Meteorolog senior untuk cuaca ekstrem di Badan Meteorologi Australia Adam Morgan mengungkapkan, selama 30 tahun terakhir tidak pernah ada badai yang bisa mengakibatkan banjir di seluruh pantai timur NSW seperti saat ini. Biasanya, banjir hanya terjadi di sebagian wilayah. Namun, badai yang terjadi kali ini tidak biasa dan ekstrem. NSW memiliki garis pantai sepanjang 2 ribu kilometer.

’’Ini berimbas pada sebagian besar penduduk Australia karena sebagian besar persentase penduduk Australia tinggal di sepanjang pesisir timur,’’ terang Morgan. Hari ini kondisi cuaca diperkirakan membaik. Kecepatan angin mungkin turun hingga 35 kilometer per jam. (afp/the sydney morning herald/sha/c19/kim)

Respon Anda?

komentar