Kasus Narkoba Terus Naik, Enam Lapas Kelebihan Kapasitas

677
Pesona Indonesia
foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kasus dan tersangka yang terjerat dalam bisnis narkoba ini mengalami kenaikan setiap tahunnya. Yaitu 2013 didapati ada 282 kasus dengan tersangkanya 376 orang, 2014 ada 295 kasus dengan tersangkanya 415 orang, 2015 ada 457 kasus dengan tersangkanya 588 orang dan sampai pertengahan 2016 ini sudah ada 273 kasus dengan tersangkanya 362 orang.

“Tapi jika dinilai secara keseluruhan daerah se Indonesia. Upaya BNNP cukup berhasil dengan posisi ke 10 dari 34 provinsi yang ada,” kata ┬áKepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kepri, AKBP Ahmad Yani.

Akibat banyaknya kasus dan tersangka dalam lingkaran bisnis barang haram ini, sambungnya, membuat enam lembaga permasyarakatan (lapas) yang ada di Kepri terpaksa menampung melebihi kapasitas. Diantaranya Cabang Rutan Dabo Singkep dengan kapasitas daya tampung untuk 32 orang namun yang tertampung mencapai 51 orang, Lapas Kelas II A Batam dengan kapasitas daya tampung untuk 411 orang namun yang tertampung saat ini mencapai 1.237 orang, dan Lapas Kelas II A Tanjungpinang dengan kapasitas daya tampung untuk 411 orang namun yang tertampung saat ini mencapai 433 orang.

Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang dengan kapasitas daya tampung untuk 200 orang namun yang tertampung saat ini mencapai 244 orang, Rutan Kelas II A Batam dengan kapasitas daya tampung untuk 250 orang namun yang tertampung saat ini mencapai 701 orang dan Rutan Kelas II B Karimun dengan kapasitas daya tampung untuk 269 orang namun yang tertampung saat ini mencapai 370 orang.

“Hanya sebagain kecil saja yang kita rehabilitasi. Namun kedepannya kita akan dirikan sel tahanan kusus untuk ruang rehabilitasi di setiap lapas yang ada,” pungkasnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar