Kejari Daik Lingga Telusuri Perjalanan Dinas Fiktif Dewan

1617
Pesona Indonesia
Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi. foto:wijaya satria/batampos
Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi menanggapi hasil temuan BPK RI terkait perjalanan dinas fiktif Anggota DPR RI baru-baru ini. Dengan itu, Efan juga memastikan akan menindaklanjuti jika terjadi di DPRD Kabupaten Lingga terkait hal yang sama.

“Tidak menutup kemungkinan jika kasus tersebut juga terjadi di Kabupaten Lingga. Saya siap untuk menindaklanjuti hal itu ke proses hukum lebih lanjut,” ujar Efan, Minggu (5/6) pagi.

Untuk itu, Efan menyarankan kepada instansi terkait agar tidak bermain-main dengan dana perjalanan dinas. Menurut pria berambut lurus ini, tidak menutup kemungkinan yang terjadi di DPR RI juga terjadi di DPRD Kabupaten Lingga.

Selanjutnya, Efan juga akan melakukan penelusuran terkait perjalanan dinas di DPRD Kabupaten Lingga. Jika ditemukan dana fiktif tersebut, Efan akan mengambil langkah sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, Efan menjelaskan perjalanan dinas merupakan hak setiap anggota DPRD Lingga, namun mesti didukung dengan laporan dan pertanggubgjawaban yang jelas jelas. Pasalnya, masih kata Efan, kegiatan apapun yang dilakukan dengan menggunakan uang rakyat harus ada pertanggungjawaban yang jelas.

“Sejatinya masyarakat berhak tahu tentang kegiatan anggota dewan yang notabenenya menggunakan uang negara,” kata Efan.

Seperti yang diketahui, baru-baru ini sejumlah media nasional memberitakan hasil audit BPK-RI mengindikasikan adanya temuan dugaan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD-RI yang nilainya hampir mencapai Rp 1 triliun. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar