Kenakalan Remaja Diatas Ambang Batas, Patroli Jam Malam Pelajar Diaktifkan Selama Ramadan

775
Pesona Indonesia
Bupati Bintan Apri Sujadi. foto:jailani/batampos
Bupati Bintan Apri Sujadi. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi mengakui kenakalan remaja di Kabupaten Bintan sudah diatas ambang kewajaran. Karena 65 persen remaja yang ada di 10 kecamatan telah melakukan perbuatan maupun tindakan yang melanggar hukum baik itu pencurian, penggelapan dan asusila.

“Bahkan anak yang terlibat dengan hukum di Bintan ini didominasi dari kalangan pelajar SMP-SMA. Jadi kejadian ini tak bisa kita diamkan melainkan harus ditindak secara serius,” ujarnya saat dikonfirmasi, di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (5/6).

Agar kenakalan remaja ini tidak terjadi semena-mena lagi, apalagi saat bulan suci ramadan, lanjutnya, ia meminta agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) gencar melaksanakan patroli jam malam bagi pelajar di seluruh kawasan di Bintan. Kemudian juga, diminta menertibkan lokasi yang rawan dijadikan tempatnya ngetem para pelajar diantaranya fasilitas umum yang disediakan pemerintah yaitu waduk PDAM Kijang, Gesek dan Lobam, taman kota setiap kecamatan, pelabuhan, kawasan pantai, warnet, penginapan dan Tempat Hiburan Malam (THM).

Usai melaksanakan patroli jam malam pelajar secara rutin selama ramadan, sambungnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan memanggil seluruh lembaga pendidikan yang ada di Bintan untuk membahas pemberlakuan kartu kendali bagi setiap pelajar Juli mendatang. Dengan kartu kendali itu, pelajar yang tertangkap saat patroli jam malam akan diberikan sanksi tegas. Bahkan sanksi yang akan diberikan bagi pelajar yang terbukti bersalah dari hukuman skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah.

“Sudah banyak tokoh masyarakat keluhkan kenakalan remaja. Jadi untuk efek jeranya, tak akan ada lagi sanksi kembalikan kepada orang tua jika anaknya tertangkap. Melainkan akan kita berikan sanksi tegas,” akunya.

Sementara, Kasatpol PP Bintan, Raja Imran Hanafi mengaku siap melaksanakan perintah dari Bupati Bintan untuk menggencarkan kegiatan patroli jam malam pelajar di seluruh kawasan yang ada di Bintan. Namun agar semuanya bisa berjalan maksimal, dibutuhkan juga peran dari kecamatan, kelurahan dan kepolisian setempat.

“Satpol PP keterbatasan anggota untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Apalagi wilayah Bintan ini cukup luas, jadi kami mohon dukungan dari camat, lurah dan kepolisian di setiap wilayah,” jelasnya.

Jika seluruh instansi mendukungnya, tidak hanya kenakalan remaja yang bisa diatasi melainkan penyakit masyarakat (pekat) juga bisa diminimalisir. Khususnya di bulan suci ramadan ini, ada beberapa lokasi yang harus ditertibkan sesuai Surat Edaran Bupati Bintan Nomor 460/Kesra/650 Tanggal 27 Mei 2016 tentang himbauan penertiban dalam menjalankan ibadah puasa. Lokasi itu terdiri dari warnet, rumah makan, penginapan, dan THM.

Untuk warnet dilarang beraktifitas setelah berbuka puasa atau hanya bisa dibuka dari pukul 09.00-17.00 WIB. Kemudian, untuk rumah makan atau restaurant diberikan kebebasan untuk beraktifitas namun diwajibkan untuk menutup sebagainnya dengan tirai atau kain. Lalu, untuk penginapan dihimbau agar tamu-tamu yang menginap untuk menjaga kesopanan, ketertiban dan etika pergaulan. Bertingkah lakulah dengan berpakaian sopan, baik selama berada di dalam dan di luar penginapan. Sementara untuk THM hanya diberikan waktu untuk beraktifitas dari salat tarawih hingga sahur atau dari pukul 21.00-04.00 WIB.

“Kita minta semua pihak bisa bersama-sama menjaga dan menghormati bulan suci ini. Jadi patuhilah surat edaran yang berlaku,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar