Kerapu Natuna Kembali Diekspor ke Hongkong

1088
Pesona Indonesia
Kapal Hongkong saat merapat di keramba nelayan budidaya ikan kerapu di Natuna beberapa waktu lalu. Foto: Ist
Kapal Hongkong saat merapat di keramba nelayan budidaya ikan kerapu di Natuna beberapa waktu lalu. Foto: Ist

batampos.co.id – Nelayan budidya ikan kerapu di Natuna tampaknya kembali bergairah. Pasalnya pemerintah membuka kembali kran ekspor ikan kerapi.

Dibukanya kran ekspor ikan kerapu sejak, Sabtu (4/5). Kapal pengangkut dari Hongkong merapat di Pulau Sedanau, dan disambut baik masyarakat nelayan dan pemerintah daerah.

Bupati Natuna Hamid Rizal langsung meninjau aktifitas muat ikan di kapal Hongkong. Menurutnya kementerian kelautan dan perikanan sudah membuat satu keputusan yang pro rakyat.

“Mencabut moratorium larangan kapal asing bersandar adalah keputusan tepat. Selama ini sudah membuat nelayan budidaya khususnya di Natuna menderita,” kata Hamid Rizal saat meninjau langsung bongkar muat ikan kerapu di kapal pengangkut Hongkong di Sedanau.

Pada ekspor perdana sejak dicabutnya moratorium tersebut, Natuna mengekspor sekitar 15 ton ikan kerapu ke Hongkong. Pasaran ke Hongkong merupakan primadona nelayan Natuna, karena harganya menjanjikan.

Dikatakan Hamid, dibukanya kembali kran ekspor hasil budidaya ikan kerapu di Natuna, tidak lepas dari perjuangan pemerintah daerah. Supaya kementerian kelauatan dan perikanan mempertimbangkan moratorium larangan kapal asing.

Dicabutnya moratorium tersebut kata Hamid, pemerintah daerah beserta masyarakat nelayan budidaya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat. Sebab sudah memberikan peluang melanjutkan ekonomi masyarakat.

Dikatakan Hamid, tidak terdapat syarat khusus diberlakukan pemerintah setelah kran ekspor ikan kerapu dibuka kembali.

“Sekarang foto ekspor perdana ini akan langsung dikirim kepada buk Susi (Menteri Kelauatan dan Perikanan, red) supaya beliau tahu, betapa senangnya nelayan di perbatasan,” ujar Hamid.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar