Menag Pastikan Idul Fitri 6 Juli 2016

501
Pesona Indonesia
Menag Lukman Hakim. Foto: istimewah
Menag Lukman Hakim. Foto: istimewah

batampos.co.id – Pemerintah menetapkan awal puasa Ramadan 1437 H pada hari ini, Senin (6/6/2016).  Penetapan awal puasa ini disepakati setelah melewati dua metode, hisab dan rukyat. Jauh hari sebelumnya, Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan pada hari yang sama.

Kepastian ini diputuskan dalam sidang isbat tertutup yang dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Minggu (5/6/2016) malam. Lukman menegaskan tidak ada perbedaan penetapan awal puasa diantara ormas-ormas Islam di Indonesia.

Untuk kesekian kalinya sidang isbat dilaksanakan secara tertutup. Lukman menegaskan bahwa sidang yang tertutup itu bukan untuk menutup-nutupi akses informasi kepada publik.

’’Sidang tertutup ini masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pihak-pihak lainnya,’’ tutur dia usai sidang.

Lukman menjelaskan bahwa mereka menggunakan pertimbangaan manfaat dan mudarat dalam memutuskan sidang isbat digelar tertutup untuk umum. Kesimpulan dari perhitungannya adalah, sidang isbat digelar tertutup justru lebih sedikit mudarat atau dampak negatifnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berujar bahwa pembahasan di dalam sidang isbat itu sangat teknis. Umumnya konten yang dibicarakan dipahami oleh orang-orang yang memiliki latar belakang ilmu astronomi yang bagus. Dia khawatir jika sidang isbat ditayangkan live di televisi, bisa membuat masyarakat salah paham.

’’Hasil masukan dari beberapa pihak, masyarakat itu lebih membutuhkan hasilnya (sidang isbat, red) ketimbang proses persidangannya,’’ jelas pria lulusan Pondok Darussalam Gontor itu.

Terpusatnya penetapan awal puasa di kantor Kemenag Jakarta, juga menimbulkan dampak bagi masyarakat muslim di daerah waktu Indonesia timur (WIT). Tadi malam keputusan sidang isbat baru dipublikasi pukul 19.00 WIB. Itu artinya warga di Papua dan sekitarnya, mendapatkan kepastian awal puasa pada pukul 21.00 WIT.

’’Ini adalah konsekuensi dari luasnya wilayah Indonesia,’’ tutur Lukman. Orang-orang muslim di Papua, menurutnya, juga menetapkan awal bulan puasa berdasarkan posisi hilal. Tidak terkait dengan jam sehari-hari.

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat Ma’ruf Amin mendampingi Lukman dalam menyampaikan hasil sidang isbat tadi malam. Ma’ruf menuturkan bulan puasa ini harus menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memperbaiki bangsa. ’’Bangsa Indonesia ini sudah darurat,’’ jelas dia.

Kiai kelahiran Banten 73 tahun lalu itu menuturkan banyak sekali gejala bahwa Indonesia sekarang sedang masa darurat. Seperti maraknya kejahatan seksual pada anak, aksi terorisme, dan narkoba yang terus bergentayangan.

Ma’ruf menuturkan umat Islam selayaknya tidak memaknai bulan puasa untuk menjaga ukhuwah Islamiyah saja. ’’Tetapi juga untuk menjaga ukhuwah wathaniyah (hubungan kebangsaan, red),’’ jelasnya.

Dengan berpuasa umat Islam dituntut untuk menjaga hawa nafsunya. Tidak hanya hawa nafsu untuk tidak makan, tetapi juga untuk perbuatan-perbutan buruk lainnya. Seperti berbuat jahat, korupsi, nafsu birahi, dan lain sebagainya. Setelah bulan puasa selesai, upaya menjaga hawa nafsu itu diharapkan terus dijaga.

Ma’ruf juga menyampaikan rasa syukur bahwa awal bulan puasa tahun ini kompak. Sehingga tidak ada lagi waktu dan tenaga yang terbuang untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan seperti yang penah terjadi. ’’Insyallah lebaran nanti juga kompak,’’ tandasnya.

Prediksi Ma’ruf itu tidak asal-asalan. Saat dilakukan pengamatan hilal pada 29 Ramadan nanti, posisi hilal masih di bawah ufuk. Menurut perhitungan astronomi, posisi hilal nanti minus (-) 1 derajat di bawah ufuk. Sehingga jumlah hari bulan puasa digenapkan (isti’mal) menjadi 30 hari. Sehingga 1 Syawal atau lebaran jatuh pada Rabu, 6 Juli. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar