Peredaran Narkoba Marak, Kepri Dirugikan Rp 1,024 Triliun

589
Pesona Indonesia
foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengatakan wilayah Kepri menjadi pusat transitnya bandar narkoba internasional dari bebeberapa negara tetangga ke Indonesia. Mereka menyelundupkan narkoba melalui pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan tikus yang berada di tujuh kabupaten/kota. Dengan banyaknya pasokan barang haram tersebut membuat bisnis narkoba marak di seluruh kawasan, khususnya Tempat Hiburan Malam (THM).

Dari hasil pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan BNNP di seluruh THM se Kepri dari 2015-2016, didapati 730 kasus dengan jumlah tersangkanya 950 orang. Sedangkan barang bukti (bb) yang berhasil diamankan terdiri dari sabu seberat 73 Kilogram (Kg), ganja 63 Kg, pil ekstasi sebanyak 2.361 butir, pil happy five sebanyak 718 butir dan heroin seberat 3,55 gram.

“Jadi dengan maraknya bisnis narkoba di tujuh kabupaten/kota yang ada telah menyumbang kerugian ekonomi Kepri sebesar Rp 1,024 triliun,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Cemas) BNNP Kepri, AKBP Ahmad Yani, kemarin.

Sampai saat ini, lanjutnya, BNNP Kepri terus menggesa segala bentuk kegiatan untuk memberantas peredaran narkoba. Diantaranya melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada 32.447 orang dari kalangan pelajar dan mahasiswa, pemerintahan, instansi keamanan vertikal dan horizontal serta perusahaan swasta. Kemudian juga membentuk advokasi kebijakan P4GN dengan 42 lembaga dan 643 orang kader penggiat pemberantas narkoba. Bahkan juga disediakan fasilitas pok rentan sebanyak 12 pok dan menggelar tes urine kepada 7.366 orang se Kepri. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar