Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Polisi Kehutanan Kabupaten Kepulauan Anambas mengamankan tiga mobil pick up yang membawa kayu diduga hasil pembalakan liar dari Gunung Samak Rintis, Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan pada Sabtu (4/6).

Kayu yang diamankan itu sudah siap pakai. Ada kayu balok berukuran 4×4 inci, 2,5×5 inci, 2×3 inci hingga papan. Jenis kayu sendiri terdiri dari beberapa macam kayu berkelas yang ada di Anambas ini mulai dari kayu balau, kayu krueng, kayu pusing dan beberapa jenis kayu lainnya yang tidak kalah bagusnya.

Selain mengamankan kayu, polhut juga mengamankan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk membalak kayu diantaranya yakni dua unit gergaji mesin, tiga unit parang, dua unit jirigen ukuran 5 liter, dua botol oli, terpal satu lembar, sepatu boat satu pasang dan satu tas ransel. Semuanya didapatkan dari sekitar lokasi pembalakan.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Anambas Chatarina Erni Dwi Winarsih, belum bisa mengatakan berapa ton kayu yang sudah diamankan namun diperkirakan lebih dari tiga ton kayu yang siap pakai.

“Untuk trip pertama saja ada 1,5 ton, kayu bermacam-macam ukuran termasuk papan, sedangkan untuk trip kedua ada 1 ton dan trip ketiga juga ada lagi tapi belum ada datanya yang masuk,” ungkapnya kepada wartawan Minggu (5/6) siang.

Ia menjelaskan pada operasi pertama merupakan operasi gabungan antara personil polhut yang bertugas di kecamantan Siantan Selatan dan dari Kecamantan Siantan. Kurang lebih ada 20 personil polhut yang selalu razia didalam hutan untuk mengecek keadaan hutan di Anambas.

Setelah gabungan polhut itu berhasil mengamankan satu trip kayu dikantor polhut yang ada di ujung Pelantar Semen Panjang, kata Chatarina, baru trip berikutnya anggota Lanal Tarempa ikut bergerak untuk mengamankan kayu yang diguga hasil pembalakan liar itu.

“Trip kedua, hampir semua instansi datang, mulai dari anggota Lanal Tarempa hingga personil dari Kejaksaan juga ikut memantau pangamanan kayu ini,” ungkapnya lagi.

Sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, maka dirinya tetap akan mematuhi peraturan yang berlaku dan tetap mematuhi perintah atasan. “Intruksi dari pak Bupati ini harus dilanjutkan, makanya kita sudah serahkan masalah ini kepada pihak polisi,” ungkapnya.

Sementara itu Polsek Siantan Kapolsek Siantan AKP Anjar Yogota Widodo, mengaku sudah mendengar adanya kabar temuan kayu dari personil polhut. Namun belum diserahterimakan kepadanya. “Itu temun polhut belum ada pemiliknya, mungkin kalau sudah ditemukan siapa pemiliknya akan diserahterimakan kepada kita,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar