Warga Daik Sambut Ramadan dengan Pawai Ta’ruf

676
Pesona Indonesia
Marching Band SMA 1 Lingga memeriahkan pawai ta'ruf menyambut Ramadan. foto:hasbi/batampos
Marching Band SMA 1 Lingga memeriahkan pawai ta’ruf menyambut Ramadan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Ratusan warga berkumpul di alun-alun Sultan Mahmud III Lapangan Hang Tuah Daik mengikuti kegiatan pawai ta’ruf. Kegiatan yang digelar perdana oleh Kelurahan Daik tersebut dalam rangka menyambut 1 Ramadan 1437 Hijriah, Sabtu (4/6) pagi.

Sejak pukul 08.00 WIB pagi, alun-alun Sultan Mahmud III tersebut penuh dipadati masyarakat. Kegiatan juga diikuti oleh peserta pawai mulai dari siswa-siswi PAUD, TK, SD, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA sekelurahan Daik serta kelompok Marching Band SMA N 1 Lingga. Selain itu, pawai ta’ruf juga diikuti oleh kelompok Majelis Taqlim dan kelompok Rebana di Kelurahan Daik.

Selain menggelar kegiatan pawai ta’aruf, kelurahan juga menggelar fashions show muslimah yang diperagakan oleh siswa-siswi PAUD dan SD Kelurahan Daik.

“Pawai ini bertujuan untuk menyambut bulan suci Ramadan yang insyaallah akan kita tunaikan hari Senin nanti,” ungkap Lurah Daik, Said Asy’ari dalam sambutannya ditengah-tengah ratusan warga yang berkumpul.

Meski baru pertama kalinya digelar pawai menyambut bulan suci Ramadan, disampaikan Ari, antusias warga begitu memuaskan. Warga antusias mengikuti iring-iringan pawai mengitari Kelurahan Daik.

“Saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas keberlangsungan kegiatan kepada seluruh masyarakat,” tambah Ari bangga.

Ditempat yang sama, Are salah seorang ibu rumah tangga yang juga membawa anaknya untuk mengikuti kegiatan tersebut mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan pawai. Selaku warga, ia merasa bangga dengan upaya Kelurahan yang mampu melakukan kegiatan tersebut dan mengajak seluruh warga untuk bekerjasama.

“Saya selaku masyarakat merasa terharu. Baru pak Lurah yang ini yang membuat kegiatan menyambut Ramadan dengan pawai ta’aruf. Sebelumnya ini belum pernah kita buat,” tutur Are.

Sebagai warga, dikatakannya jarang sekali ada kegiatan menyambut Ramadan. Pengenalan dini kepada anak-anak yang dilibatkan secara langsung memaknai bulan suci, kata Are, perlu dilakukan terus menerus.

Bahkan, untuk konsumsi yang dikatakannya disediakan oleh warga di masing-masing RT dimana setiap warga menyumbang 10 keping kueh untuk konsumsi selama kegiatan, tidak menjadi berat bagi masyarakat. Bahkan, secara sukarela, warga ikut menyumbang dan bersama-sama menjalin kebersamaan dengan cara sederhana di bekas kota tua Daik tersebut.

“Kami selaku masyarakat mendukung penuh kegiatan positif yang dilakukan pihak kelurahan. Semoga bisa berlanjut terus tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Selain menggelar pawai dan fashion show, menyambut bulan Ramadan di Daik Bunda Tanah Melayu, tradisi Tujuh Likur dimalam penghujung Ramadan juga mulai dipersiapkan masyarakat dengan membangun pintu gerbang. Pantauan disejumlah titik, seperti Tanda Hulu, Tanda Hilir, Kampung Darat, kampung Pahang, Seranggung warga bergotong royong membangun pintu gerbang yang akan dihiasi lampu pelita serta kaligrafi dan motof-motif melayu. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar