Batang Kelapa Mahal, Satu Investor Batal Masuk Anambas

1677
Pesona Indonesia
Pohon kelapa di Anambas tumbuh di mana-mana. foto:syahid/batampos
Pohon kelapa di Anambas tumbuh di mana-mana. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pemkab Anambas sudah berupaya untuk mempermudah masuknya investor asing yang akan menanamkan investasi ke Anambas. Namun sangat disayangkan, saat kemudahan yang sudah diupayakan itu justru saat ini ada satu investor asing yang sudah jelas menyatakan tidak dapat masuk menanamkan investasinya di Anambas.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Anambas Chatarina Erni Dwi Winarsih, mengatakan, adanya satu investor asing dipastikan tidak jadi masuk ke Kabupaten Kepulauan Anambas. Investor asing ini rencananya akan menanam investasi dibidang pengolahan batang kelapa. Namun belakangan ini dikabarkan tidak jadi lantaran investor tersebut keberatan.

Investor asing ini, kata Chatarina, mengaku keberatan karena harga batang kelapa di Anambas terlalu mahal. Sehingga jika dilanjutkan, pengusaha sulit untuk mendapatkan keuntungan.

“Perusahaan hanya mampu membeli satu batang kelapa dengan harga Rp100 ribu per batang, tapi rata-rata pemilik lahan mintanya Rp 250 ribu per batang, jadi tidak ketemu,” ungkapnya kepada wartawan Senin (6/6) siang.

Perusahaan sudah berupaya untuk mencari solusi dengan menanyakan beberapa batang kelapa di beberapa kecamatan yang ada. Namun hasilnya nihil karena harga satu batang pokok kelapa di satu tempat dengan tempat yang lain sama. Pemilik lahan mematok harga Rp 250 per batang. “Semuanya sama, di kecamatan Siantan, Palmatak hingga kecamatan Jemaja harganya sama, jadi memang tidak bisa,” ungkapnya.

Menurutnya jika investor yang dimaksud bisa masuk ke Anambas maka itu lebih bagus, karena investor itu sudah merencanakan bukan hanya menebang batang kelapa saja tapi penanaman ulang juga dilakukan. “Programnya bagus, setiap menebang satu batang harus ada penanaman satu batang, jadi pokok kelapa tidak habis,” ungkapnya.

Seperti diketahui pohon kelapa di Anambas tumbuh dimana-mana seperti tumbuhan liar. Hampir disetiap pulau ditumbuhi pohon kelapa. Karena sudah tidak terurus, pohon kelapa tumbuh tidak beraturan, padat namun tetap subur.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar